Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ketua Dekranasda Lampung Ingin Babai Betabuh Kenalkan Budaya Lampung
Lampungpro.co, 01-May-2018

Lukman Hakim 1053

Share

#beritapolitiklampung #webberitadaerah #webberitanasional #portalberitalampung #portalberitawisatanasional #portalberitaasiangames #portalberitapendidikan #beritaolahragalampung #beritaolahraganasional #lampungproberitalampung #lampungprodotcom #webberitalampung #portalberitanasional #beritalampungterkini #beritakulinerlampung #beritawisatalampung #portalberitawisata Lampung, Indonesia

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintah Hukum dan Politik Theresia Sormin dan Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung (DKL) Yustin Ridho Ficardo secara resmi membuka Festival Bebai Betabuh 2018 di Taman Budaya Lampung, Senin, (30/4/2018). Festival tersebut diikuti 22 grup dari seluruh Lampung dan mengusung tema "Merawat Budaya Daerah Wujud Emansipasi Estetis, Apresiatif, dan Bermartabat.

Festival ini diharapkan mampu menjadikan kesenian Lampung diperhitungkan bukan hanya di daerah tapi juga nasional, bahkan Internasional. Perhelatan Bebai Betabuh 2018 ini adalah kali pertama diadakan di Provinsi Lampung yang merupakan insiatif dan tugas fungsi dari DKL, khususnya komite tradisi, kata Yustin Ridho Ficardo, saat membuka acara.

Tujuannya, kata dia, untuk terus menggiatkan masyarakat agar menjaga dan melestarikan budaya daerah Lampung, melalui seni musik khususnya cetik/gamolan pekhing. Yaitu, alat musik tradisional kebanggaan masyarakat Lampung yang telah mendunia, ujar Yustin Ficardo.

Yustin menjelaskan kebudayaan daerah Lampung, khususnya alat musik tradisional cetik/gamolan pekhing telah mendapat perhatian khusus dari profesor Margaret Kartomi dan Dr Karen dari Universitas Monash, Melbourne-Australia yang telah bertahun-tahun mengadakan penelitian mengenai budaya daerah Lampung.

Setiap tahunnya Universitas Monash Melbourne Australia mengirimkan mahasiswanya untuk mempelajari gamolan pekhing. Tahun 2018 ini akan diadakan Konferensi Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Pariwisata Lampung di Melbourne Australia . Di mana, Bapak Muhammad Ridho Ficardo diundang sebagai pembuka sekaligus pembicara utama konferensi tersebut. DKL pun diundang untuk turut mementaskan seni budaya Lampung di Australia, kata dia.

Melihat betapa besar ketertarikan dunia luar akan alat musik tradisional Lampung ini, menandakan betapa kayanya budaya yang dimiliki Provinsi Lampung. Untuk itu, masyarakat Lampung patut berbangga dan antusias untuk menjaga dan melestarikannya.

Saya berharap agar acara Bebai Betabuh ini, akan menjadi event tahunan. Tidak hanya menjaga kelestarian budaya daerah saja, namun juga akan mampu menjadi daya tarik pariwisata Lampung. Musik adalah bahasa universal, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dan masa, di mana musik menjadi dominasi aktivitas laki-laki, kata dia. (**/PRPO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16206


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved