Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ketua DPRD Bandar Lampung: Cegah Banjir dengan Cara Sederhana dan Skala Rumah Tangga
Lampungpro.co, 10-Nov-2020

Amiruddin Sormin 855

Share

Walikota Bandar Lampung Herman HN (kiri) saat bersama Ketua DPRD Bandar Lampung Wiyadi. LAMPUNGPRO.CO/DOK

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Wiyadi, mengajak masyarakat mencegah banjir dengan cara sederhana dan skala rumah tangga. Pada skala rumah tangga, pencegahan banjir dapat dilakukan dengan normalisasi saluran air, memasang pipa resapan, hingga membuat sumur resapan atau biopori.


Pada prinsipnya, pencegahan banjir dilakukan dengan menjaga agar kemampuan saluran air lebih besar dari aliran air yang melewatinya. Atau, sebaliknya yaitu membuat air yang mengalir lebih kecil dari kemampuan saluran mengalirkan air, kata Wiyadi, di Bandar Lampung, Selasa (10/11/2020).

Dia mengatakan salah satu penyebab banjir karena mengecilnya saluran, pendangkalan, dan penyumbatan. Menurut dia, normalisasi saluran adalah upaya mengembalikan saluran pada kondisi semula. Selain itu, upaya mengurangi air mengalir ke saluran dapat juga dilakukan sebelum air masuk ke saluran dengan memasang sumur resapan yang dibangun di atas muka air tanah dan dilengkapi saluran pembawa yang mengalirkan air dari lahan terbuka ke sumur, kata Wiyadi yang juga politisi PDIP itu.

Jika lahan tidak terlalu besar,  pembuatan biopori bisa menjadi pilihan. Biopori, berupa lubang dalam tanah yang ditanami pipa dan diberi tutup yang dilubangi untuk memasukkan air ke lubang biopori. Di dalam biopori dimasukkan daundaun sebagai pengisi yang berfungsi selain mengalirkan air ke tanah. Daundaun pengisi biopori  lamakelamaan membusuk dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Sebagaimana pipa resapan, biopori juga sebaiknya dibuat dalam jumlah yang cukup banyak, paparnya.

Lebih lanjut, Wiyadi menyatakan kondisi tanah menjadi satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam pemasangan pipa resapan, sumur resapan, dan biopori. Dikatakannya, tanah yang mengandung pasir adalah tanah yang mampu meloloskan air dengan baik.

Wiyadi berharap upaya mencegah banjir dapat terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana yang dilakukan secara massif guna meningkatkan peran aktif masyarakat. Pemerintah banyak melakukan berbagai cara untuk melakukan pencegahan terkait musim hujan. Sudah banyak siring atau selokan yang diperlebar, diperdalam dan metode lainnya guna mengatasi tumpahan air akibat curah hujan yang tinggi, kata dia. (LIA/PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16445


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved