BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Munculnya empat pilar kebangsaan karena krisisnya rasa kebangsaan akibat generasi sekarang lupa akan sejarah bangsa. Saat ini, banyak pihak-pihak yang mulai memecahbelah bangsa. Ironisnya, semua itu dimulai dari pemerintahan dan merambat kepada masyarakatnya.
Ini tidak boleh terjadi di Indonesia. Sehingga, saat ini, sangat perlu memberikan pemahaman empat pilar kebangsaan kepada generasi muda, kata Anggota MPR RI Hendro Suswantoro Yaman, mewakili Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, di IIB Darmajaya, Minggu (29/10/2017).
Hal itu disampaikan Hendro, dalam Diskusi dan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89, dengan tema Peran Pemuda dalam Pembangunan. Dia menjelaskan Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Kebhinnekaan merupakan bingkai dari negera Indonesia.
Dengan adanya Empat Pilar Kebangsaan itu, jangan sampai konsesus ini tidak dikenali generasi muda. Atau jangan sampai Pancasila dipahami sendiri-sendiri oleh kaum muda. Persoalannya, ketika kita menjalani empat pilar kebangsaan, terutama oleh anggota TNI dan Polri, banyak pihak yang menganggap melanggar HAM, terutama pasca-reformasi. Hendak memusnahkan musuh negara dianggap melanggar HAM, kata dia.
Hendro juga menjelaskan, bangsa ini dilahirkan dari beragam suku, agama, dan ras. Untuk itulah, pada 28 Oktober diperingati Hari Sumpah Pemuda yang merupakan tekad bulat kaum muda bangsa ini, untuk berbangsa, bertanah air, dan berbahasa satu.
Jika dulu musuh kita adalah penjajah, saat ini, musuh kita adalah bangsa sendiri. Inilah tugas mahasiswa untuk ikut menyadarkan masyarakat dengan pendidikan politik. Sehingga, hari ini, mahasiswa diberikan tambahan ilmu wawasan kebangsaan, kata dia.
Diskusi kebangsaan dihadiri Staf Ahli Bidang Sosial Politik Kapolri Irjend Ike Edwin, Anggota MPR RI Hendro Suswantoro Yaman, mewakili Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Ketua Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Lampung, M Fazari. Diskusi juga dihadiri Wakil Rektor III IIB Darmajaya Muprihan Thalib, S.sos., MM.
Sementara, Ketua GANN Lampung Muhammad Fazarin yang juga menjadi pembicara menjelaskan mahasiswa dan kita yang berada di sini merupakan generasi harapan orang tua yang sangat dibanggakan. Karena, sejak masih dalam kandungan, siapa pun yang ada di sini, adalah hasil seleksi secara ilmiah, dari miliaran sel.
Sehingga, adik-adik mahasiswa yang unggul, besar dalam kasih sayang orangtua dan kini menjadi harapan bangsa, bisa menjadi pribadi yang membanggakan dan mampu menjadi pemimpin di negeri ini, kata dia.
Sementara, Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Politik Irjend Ike Edwin, menjelaskan kaum muda harus menjadi yang terdepan dalam pembangunan. Karena di tangan generasi muda inilah yang akan menentukan nasib bangsa ini ke depan. Sebagai polisi, tiga tahun lagi saya pensiun. Saya selalu mengatakan kepada anggota polisi yang masih muda, di tangan kalianlah nasib bangsa ini, kata dia. (**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16928
Lampung Selatan
5487
255
05-Apr-2025
423
05-Apr-2025
284
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia