LAMPUNG SELATAN (Lampungpro.com): Pasca-tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu, lebih dari 7 ribu warga Lampung Selatan hingga saat ini masih mengungsi. Para pengungsi tersebar di sejumlah posko pengungsian di Kalianda dan sepanjang lereng Gunung Rajabasa.
Guna memberikan kenyamanan para pengungsi yang sudah membludak di lapangan tenis indoor Kalianda, sebagian pengungsi dipindahkan ke bangunan bekas Hotel 56 di pinggir jalan lintas Sumatra. Pengungsi yang dipindahakan ke bangunan bekas hotel itu diprioritaskan bagi pengungsi yang memiliki balita.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memperpanjang status masa tanggap darurat bencana tsunami selama tujuh hari, atau hingga tanggal 5 Januari mendatang. Proses perpanjangan masa tanggap darurat lebih difokuskan untuk menyelesaikan normalisasi desa yang porak-poranda dan membangun rumah hunian sementara.
Saat ini proses normalisasi desa yang porak-poranda akibat tsunami terus berlangsung. Pengerjaan normalisasi sudah mencapai 80 persen. Seluruh akses jalan utama di sepanjang Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, sudah dibuka kembali. (***/PRO3)
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
14293
Lampung Timur
376
Lampung Timur
1233
9312
28-Mar-2026
141
21-Mar-2026
150
21-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia