Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Laporan dari Ambon: Palapa Nusantara Selesai 2018 Seluruh Indonesia Terhubung Internet
Lampungpro.co, 08-Feb-2017

Amiruddin Sormin 1137

Share

AMBON (Lampro): Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, mengatakan pembangunan jaringan infrastruktur telekomunikasi serat optik, yang akan menghubungkan seluruh wilayah Indonesia dalam jaringan internet akan selesai pada 2018 mendatang. Ketika seluruh pembangunan infrastrukturnya selesai, maka masyarakat di seluruh Indonesia akan terhubung secara internet hanya melalui telepon pintar, kata Rudiantara pada Konvensi Nasional Media Massa, dengan tema Integrasi Media Nasional Dalam Lanskap Komunikasi, Global: Peluang dan Tantangan di Baileo Siwalima, Kota Ambon, Maluku, Rabu, (8/2/2017).

Dalam acara yang digelar sebagai rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 itu, Rudiantara mengingatkan perlunya menyiapkan berbagai regulasi untuk mengatur kondisi tersebut saat menghubungkan seluruh jaringan infrastruktur internet. Namun  jangan kebanyakan regulasi, yang justru dapat membingungkan.

Pada kesempatan itu, pengusaha jaringan Media Nusantara Citra (MNC) Harry Tanoesudibyo mengingatkan, perlunya pembatasan yang sangat ketat terhadap internet asing yang beroperasi di Indonesia. Harry menilai, kehadiran jaringan internet asing di Tanah Air memberikan ancaman yang sangat serius. Tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi sosial, budaya, dan lain-lainnya.

Internet asing mengancam stabilitas nasional. Dari sisi sosial, internet asing juga telah mengubah budaya bangsa. Ini harus diatur regulasinya. Negara harus hadir melindungi kepentingan nasional, kata Harry.

Dia lantas menunjukkan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), yang melarang beroperasinya mesin pencari (search engine) Google. Hasilnya,  menumbuhkembangkan search engine lokal Baidu, dan terbukti sukses.

CEO Baidu Digital Indonesia, Bao Jianlie, yang tampil menjadi pembicara ketiga pada acara tersebut mengatakan, Baidu merupakan perusahaan search engine Tiongkok pertama yang terdaftar, yang masuk dalam 100 besar di bursa saham di Nasdaq, Amerika Serikat.

Sejak tahun lalu, menurut Jianlie, Baidu bekerja sama dengan Kementerian Kominfo dan mencari mitra lokal untuk membangun bisnisnya. Saya baru pertama kali datang ke Ambon. Saat tiba saya coba aplikasi di sini untuk mencari rumah makan di Ambon, saya tidak menemukannya, tetapi dengan menggunakan Baidu, saya kaget ternyata ada yang masuk, kata Jianlie. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Siapa Mereka? PTK Khusus yang Tak Pernah...

Lingkaran media saja yang sehari-hari berkutat dengan informasi pemerintahan,...

308


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved