BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Melestarikan budaya lewat hobi, inilah yang sehari-hari dilakukan Nurmawati, warga berasal dari Pesisir Barat. Dia menyalurkan kreativitas seninya dengan membuat hiasan dinding hiasan pengantin khas Lampung, yang biasa disebuat puade.
"Yang pernah datang ke acara nikahan atau adat orang Lampung pasti tahu hiasan dinding dan pintu yang dijahit dengan benang emas dan dominan warna merah ini, kami biasa menyebutnya puade," kata dia, kepada Lampungpro.com, Senin (9/10/2017).
Nurmawati menjelaskan proses pembuatan satu buah puade ini membutuhkan waktu yang lama, mulai dari dua minggu sampai satu bulan. Karena, puade dijahot tidak menggunakan mesin tapi dengan tangan. Puade ini bisa juga dijadikan oleh-oleh khas Lampung bagi pengunjung wisata, kata dia.
Nurpanggilan kecil Nurmawatiberharap anak-anak muda yang mau ikut melestarikan budaya, bisa belajar membuat hiasan dinding pengantin khas Lampung ini. Harapannya, hasil kreasi budaya ini tetap terjaga dan selalu ada. Saya juga berharap ada dukungan dan perhatian khusus dari pemerintah agar hasil kebudayaan ini tetap dilestarikan, kata dia. (RUSMANA/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16115
EKBIS
8719
Bandar Lampung
6081
136
04-Apr-2025
337
03-Apr-2025
378
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia