Sebagian batu dibelah, sebagian dibiarkan utuh, sehingga kini masjid itu dikenal warga sebagai Masjid Batu, karena bangunan ikonik yang menyimbolkan gotong royong masyarakat setempat.
Sebab ikatan sejarah yang kuat itulah, Suryo meminta izin pada warga dan pengurus untuk membangun ulang masjid itu. Warga pun menyambut antusias.
Masjid Batu memang sudah waktunya direnovasi. Mereka bersyukur, salah satu warganya yang menjadi pengusaha sukses masih ingat pada tanah kelahiran dan masjid tempatnya belajar.
Namun warga mengajukan satu syarat penting yaitu dinding batu dan kubah masjid tidak boleh dihilangkan. "Saya setuju dinding batu dan kubah dipertahankan, sebab itu ikon, jejak perjuangan para sesepuh," ujar Suryo.
Menurut Suryo, pembangunan masjid ini bukan hanya karena kakeknya, melainkan bentuk pengabdian pada tanah kelahiran, sekaligus penghormatan pada sejarah kampung dengan warganya yang berjuang bersama dalam segala keterbatasan.
Suryo pun berharap, masjid yang telah direnovasi nantinya tidak hanya berdiri megah, tetapi juga melahirkan manfaat nyata, karena kalau masjidnya makmur, maka masyarakatnya juga ikut makmur.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Waris Afandi menjelaskan, Masjid Batu bukan sekadar tempat ibadah, bamun juga pusat kegiatan sosial, belajar mengaji, musyawarah warga, kegiatan pemuda, dan aktivitas sosial lainnya.
Berikan Komentar
wisata rohani seharusnya mendekatkan manusia pada nilai kehidupan, bukan...
293
Bandar Lampung
394
293
16-Jan-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia