TANGGAMUS (Lampungpro.co): Gizi kurang dan stunting pada anak masih menjadi perhatian utama pemerintah. Jika tidak ditangani dengan baik, persoalan ini dapat berdampak panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak yang mengalami stunting cenderung tumbuh lebih pendek, mudah terserang penyakit, dan berisiko memiliki daya saing rendah. Pemenuhan gizi anak sangat menentukan tumbuh kembang mereka, sebab di usia dini anak-anak rentan dengan berbagai penyakit infeksi seperti gangguan pernapasan, pencernaan, hingga infeksi parasit.
Meski angka stunting di Provinsi Lampung terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, upaya pencegahan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan agar kasusnya tidak kembali meningkat. Kabupaten Tanggamus menjadi salah satu daerah yang pernah menyumbang angka stunting cukup tinggi, meski saat ini trennya sudah menurun. Untuk menjaga agar kasus tersebut tidak kembali naik, Universitas Malahayati menerjunkan mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan-Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (KKL-PPM) tahun 2025 sejak akhir Juli hingga awal September 2025 di Tanggamus.
Pekon Tugurejo, Kecamatan Semaka menjadi salah satu lokasi KKL PPM. Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Malahayati bersama 2 mahasiswa asing dari Faculty of Medicine Universitas Cyberjaya, Malaysia, ikut ambil bagian dalam program ini. Kegiatan mereka didanai Hibah Pengabdian kepada Masyarakat-Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PkM-PMM) tahun 2025. Para mahasiswa berasal dari lintas fakultas, mulai dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Ekonomi, hingga Fakultas Teknik. Sinergi lintas ilmu tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lokal yang ada di pekon guna mendukung pencegahan stunting sekaligus meningkatkan perekonomian warga.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap potensi lokal yang ada di Pekon Tugurejo. Mereka kemudian bersama warga menyusun rencana aksi diwujudkan dalam berbagai kegiatan nyata. Di bidang kesehatan, mahasiswa mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penyakit infeksi yang kerap menjadi penyebab anak tumbuh tidak optimal. Kampanye cuci tangan pakai sabun dilakukan di sekolah dasar dan PAUD. Tidak berhenti pada edukasi, mahasiswa juga bersama warga membuat fasilitas cuci tangan di sekolah agar kebiasaan sehat ini dapat terus berlanjut.
Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan cara pengolahan pangan lokal berupa ikan nibung atau blue marlin fish yang banyak ditemukan di perairan Tanggamus. Ikan ini kaya protein dan sangat potensial untuk mendukung tumbuh kembang anak. Mahasiswa mengajarkan cara mengolah ikan yang tepat kepada ibu-ibu balita di posyandu dan PAUD agar kandungan nutrisinya tidak hilang. Edukasi ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan protein anak, sehingga mereka terhindar dari risiko stunting.
Tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, mahasiswa juga berupaya memperkuat perekonomian masyarakat dengan memberikan pendampingan pengelolaan keuangan bagi para pelaku UMKM di Tugurejo. Beberapa UMKM yang banyak berkembang di pekon tersebut, seperti produsen gula jawa dan olahan singkong berupa Klanting, mendapat perhatian khusus. Dengan manajemen keuangan yang lebih baik, diharapkan usaha-usaha kecil ini dapat berkembang lebih maju dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Di luar program utama, mahasiswa juga terlibat aktif dalam kegiatan masyarakat sehari-hari. Mereka mengikuti kerja bakti, membantu kegiatan posyandu dan PKK, hingga turut serta dalam berbagai lomba yang digelar warga untuk memeriahkan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat membuat suasana pekon semakin hidup, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dengan masyarakat.
Kepala Pekon Tugurejo, Eka Juansyah, S.Pd.I, bersama istri Ritmasari, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran mahasiswa Universitas Malahayati. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi warga, terutama dalam hal edukasi gizi dan pemberdayaan ekonomi. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut di masa mendatang agar masyarakat semakin terbantu.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tidak bekerja sendiri. Mereka mendapat pendampingan dari tiga dosen pendamping lapangan (DPL), yakni Prof. Dr. Dessy Hermawan dan Prof. Erna Listyaningsih, Ph.D, dari Universitas Malahayati, serta Dr. Gunawan Irinato dari Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Kehadiran para dosen memastikan seluruh program berjalan lancar, terarah, dan sesuai dengan rencana.
Kegiatan KKL-PPM Universitas Malahayati di Pekon Tugurejo menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat mampu memberikan dampak positif yang langsung dirasakan. Dengan mengoptimalkan potensi lokal, program ini tidak hanya membantu mencegah stunting pada anak-anak, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dalam meningkatkan kualitas hidupnya.(Rls)
Berikan Komentar
Para kepala daerah di Lampung punya kesempatan untuk membuktikan...
8461
Kominfo Lampung
383
Lampung Selatan
344
Bandar Lampung
460
192
29-Aug-2025
196
29-Aug-2025
268
29-Aug-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia