Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Mensos: Suku Anak Dalam Butuh Bantuan Semua Menteri Kabinet Kerja
Lampungpro.co, 20-Feb-2017

Lukman Hakim 1108

Share

JAMBI (Lampungpro.com): Seluruh Menteri Kabinet Kerja dapat melakukan sedekah rombongan untuk memberdayakan suku anak dalam di Provinsi Jambi. "Setelah kunjungan ke warga Komunitas Anak Dalam di Sarolangun dan Merangin, saya langsung kirimkan link website berita ke whatsapp group para menteri. Alhamdulillah banyak respon positif dari sejumlah menteri," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, di Jambi, Senin (20/2/2017).

Di antara menteri yang menyatakan siap, kata Khofifah, yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Jonan  berencana membangun sumur bor artesis di perkampungan hunian tetap yang dibangun Kemensos di Kabupaten Sarolangun dan Merangin, Jambi. 

Menteri lainnya, yakni Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo. Dalam pesannya, Eko menyampaikan siap mendukung langkah Kemensos dengan menyesuaikan program pemberdayaan desa di Kementerian yang dipimpinnya. "Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Siti Nurbaya, Menteri Sekretaris Negara (Sesneg) juga menyampaikan hal serupa," kata dia. 

Khofifah menuturkan, dukungan para menteri kabinet kerja ini menjadi energi positif dalam upaya pemberdayaan masyarakat Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi. Menurutnya, butuh kerja keras dari berbagai pihak dalam proses integrasi sosial Suku Anak Dalam. Mengingat, idak mudah mengubah kebiasaan yang telah turun-temurun dan mendarah daging. 

Menurut Khofifah, pada dasarnya komunitas Suku Anak Dalam atau orang rimba ikut mengawal kelestarian hutan dan alam. Namun, kondisi saat ini, sebagian besar hutan sudah terkonversi menjadi kebun karet dan sawit, sehingga sumber cadangan pangan mereka makin hari makin berkurang. 

Akhirnya, seringkali tidak mendapatkan kebutuhan pangan yang cukup. Suku Anak Dalam mengandalkan hasil berburu babi hutan yang dijual per kilogram hanya Rp6.000. Tidak jarang mereka harus berjalan hingga ratusan kilometer namun nihil hasil. 

Untuk itu, kata Khofifah, dia mengajak mereka agar mau dimukimkan menetap menjadi opsi strategis yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Sosial bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Setelah itu baru dilakukan pendampingan secara komprehensif. 

"Mulai dari bersosialisasi dengan warga sekitar, menyekolahkan anak, diajarkan pola hidup, bersih, dan sehat (PHBS), hingga diajak agar tidak kembali melangun. Semua butuh proses, tidak instan," imbuhnya. 

Menurutnya, pendampingan secara berkelanjutan adalah hal mutlak yang harus menjadi perhatian seluruh pihak. Tidak hanya pemerintah pusat, namun juga pemerintah daerah, LSM, swasta, dan masyarakat sekitar.

"Saya berharap sedekah rombongan ini bisa segera diwujudkan dalam waktu dekat. Sehingga, warga Suku Anak Dalam bisa lebih cepat terintegrasi secara sosial, tersedia sumber ekonominya, teregistrasi kependudukannya, sejahtera dan maju," kata dia. 

Khofifah menambahkan, terdapat sekitar 2.700 jiwa Suku Anak Dalam di Kabupaten Sarolangun dan 1.600 di Kabupaten Merangin. Di antara mereka ada yang sudah mulai masuk permukiman, persiapan dimukimkan dan yang masih di hutan. (*/ANT/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Efisiensi Rasa-rasanya, Kreativitas Jadinya: Dari Tenaga Ahli...

program-program yang tampil itu lahir dari kajian para “ahli...

1043


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved