Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Meriahkan HUT ke-66, 1.000 Penari Sigekh Pengunten Tampil di Lapangan Lampung Selatan Expo 2022
Lampungpro.co, 17-Nov-2022

Amiruddin Sormin 3308

Share

Acara gladi resik tari massal Sigekh Pengunten. LAMPUNGPRO.CO/DISKOMINFO

KALIANDA (Lampungpro.co): Sebanyak 1.000 siswa SD dan SMP se-Kabupaten Lampung Selatan bakal ikut memeriahkan rangkaian HUT Kabupaten Lampung Selatan ke-66 dengan menari massal Sigekh Pengunten di lapangan Lampung Selatan Expo. Tarian massal ini rencananya ditampilkan Jumat (18/11/2022). Pihak panitia terus melakukan segala persiapan, termasuk latihan intensif oleh para penari pada kegiatan gladi bersih tarian massal sigekh pengunten di lokasi acara, Kamis pagi (17/11/2022).

Pada kegiatan gladi bersih (17/11), turut disaksikan Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto beserta jajaran terkait lainnya. Tari Sigekh pengunten merupakan sebuah tari tradisional dari masyarakat Lampung sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan kepada para tamu-tamu kehormatan.

Dalam tari ini, para penari menggambarkan ekspresi kegembiraan atas kedatangan tamu penting dengan mengekspresikan rangakain gerakan yang luwes, ramah, dan penuh kehangatan. Tari sigekh pengunten sengaja digelar di hari jadi Jadi Kabupaten Lampung Selatan sebagai bentuk pelestarian budaya asli daerah Lampung kepada generasi muda khususnya pelajar SD dan SMP.

Najwa Wahyu Maharani, salah satu peserta tari dari SD Bumi Agung Kalianda mengungkapkan, dia sangat senang mengikuti tari sigekh pengunten massal. Menurutnya kegiatan itu membuatnya mempunyai pengalaman baru dan menyukai tari sigekh pengunten.

Senang bisa ikutan tari massal, tariannya bagus terus banyak kawan juga yang ikut, kegiatannya juga seru, ucap siswa kelas 4 SD itu, seusai latihan tari massal.

Sementara salah seorang guru pendamping Aisyah Indriani, mengaku tari ini bisa memupuk para siswa belajar kesenian lokal asli daerah, agar bisa melestarikan budaya seni hingga dewasa.Bagus acaranya bisa memupuk para siswa belajar seni-seni lokal asli daerah. Kita sering latihan juga di sekolah, tentunya agar kesenian asli daerah tidak punah, kata Aisyah ditemui di sela-sela acara. (***)

Editor: Amiruddin Sormin, Laporan: Hendra Kasim 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Menata Ulang Nasib Guru di Daerah: Menghapus...

Penyatuan status guru dalam satu sistem yang jelas, yakni...

3229


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved