Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Nah...Bupati Lampung Timur Tak Pernah Keluarkan Rekomendasi Galian Pasir
Lampungpro.co, 10-Oct-2017

Lukman Hakim 2264

Share

LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.com): Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengatakan selama kepemimpinannya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi persoalan eksploitasi pasir (tambang pasir). Hal itu disampaikan saat membuka Festival Mangrove di Desa Labuhanratu, Kecamatan Pasirsakti, Lampung Timur, Selasa (10/10/2017).

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim menegaskan, jika provinsi mengeluarkan izin penambangan pasir, sudah dipastikan ada rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Tapi, saya dan pak wakil tidak pernah merekomendasikan soal tambang pasir, kata Bupati Chusnunia Chalim.

Orang nomor satu di Lampung Timur itu juga menegaskan terhadap anggota Polri setempat agar bisa membantu pemantauan (kroscek) tambang pasir terutama di Kecamatan Pasirsakti dan Labuhanmaringgai. Sebab, kata politisi PKB itu, bekas-bekas galian pasir yang sudah tidak difungsikan agar dijaga supaya tidak kembali makan korban,. Sudah banyak yang menjadi korban akibat bekas galian pasir. Ironisnya rata-rata korbannya anak-anak, ini harus menjadi PR kita bersama, kata Chusnunia.

Bupati juga mengakui, ada keinginan untuk memberikan rekomendasi usaha tambang pasir. Namun, sebelum hal itu dilakukan, Bupati beserta jajaran terkait benar-benar memastikan lebih dulu dampak negatif dan positifnya lebih banyak mana. Yang pasti kami pikirkan dampak untuk masyarakat kami ke depannya, kata Mbak Nunik, panggilan akrab Chusnunia Chalim.

Terkait dengan eksploitasi pasir laut, yang ada di Labuhanmaringgai, Bupati juga menolak keras. Penolakan berdasarkan dari aduan masyarakat sekitar dan nelayan Labuhanmaringgai. Sebab, kata Chusnunia, dampak kerusakan alam dan dampak perekonomian untuk nelayan jelas terjadi. Jika pengerukan pasir laut dilakukan tentu abrasi terjadi.

Lokasi yang digadang-gadang akan dikeruk yakni di Sekopong, kawasan itu merupakan daerah yang dihuni berbagai jenis ikan laut yang menjadi buruan nelayan untuk meningkatkan ekonomi. Intinya, semua terkait penggalian pasir, baik pasir darat dan pasir laut, kami mengacu dampak alam dan dampak terhadap masyarakat, kata dia. (SUSANTO/PRO2)

 

 

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16442


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved