Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Nasionalisme Bangsa Indonesia, Jadi Filosofi Helm Pebalap Astra Honda di Moto3
Lampungpro.co, 20-Sep-2020

Febri 809

Share

Mario Suryo Aji Pebalap Binaan AHM di Moto3 | Ist/Lampungpro.co

JAKARTA (Lampungpro.co): Grafis helm para pebalap, biasanya mengandung arti atau filosofi tersendiri untuk mengekspresikan diri. Tak terkecuali pelindung kepala para pebalap binaan PT. Astra Honda Motor (AHM), yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT) yang secara keseluruhan mempunyai arti, kebiasaan sejak kecil, rasa nasionalisme, hingga harapan.

Ungkapan nasionalisme memang menjadi bagian paling dominan, dari motif helm pebalap AHRT. Warna khas merah dan putih, bahkan gambar burung garuda sebagai lambang negara pun kerap muncul. Seperti terdapat pada helm pebalap Irfan Ardiansyah.

Lambang Garuda mendominasi bagian atas helm, sebagai lambang kecintaan terhadap bangsa. Sementara warna dominan merah jambu menandakan kecerahan, kegembiraan, dan keceriaan agar balapan senantiasa dinikmati sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan sebuah tekanan.

Helm Rheza Danica yang membela AHRT di ARRC kelas SS600, juga mempunyai warna khas dominan merah dan putih, yang melambangkan kecintaan terhadap Bangsa Indonesia. Selain semangat nasionalisme, warna merah dan putih juga senada dengan livery AHRT. Ada logo huruf R sebagai tanda bahwa ini adalah Rheza, kata Rheza Danica.

Pebalap M. Adenanta Putra juga mempunyai helm warna dominan putih dengan aksen merah. Putih menurutnya sebagai lambang kesucian atau kebersihan, kemudian merah sebagai simbol keberanian. Artinya, dalam balapan harus selalu menampilkan yang terbaik, namun tetap sportif. Lalu ada warna emas yang melambangkan harapan mencapai era keemasan dalam karier di dunia balap.

Tampil beda, Mario Suryo Aji yang saat ini berlaga di CEV Moto3 Junior World Championship itu menggunakan helm berdesain boom di bagian samping. Ini menunjukkan spirit untuk selalu tampil mengejutkan. Dominasi warna merah dan putih menunjukkan nasionalisme, ditambah grafis elektro sebagai simbol daya yang kuat.

Tampilan unik juga terdapat pada helm milik Herjun Atna Firdaus. Pebalap 16 tahun asal Pati, Jawa Tengah ini lebih mengedepankan pada desain grafis api dan roket. Menurutnya, api melambangkan semangat berkobar yang harus dimiliki, untuk menggapai kemenangan setiap balap. Sedangkan roket tersebut melambangkan kecepatan.

Lucky Hendriansya, pebalap asal Sidrap, Sulawesi Selatan, yang membela AHRT di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250 ini, juga mengandalkan helm berlogo Chicken Speed. Ini melambangkan kecintaannya sejak kecil memelihara ayam. Selain itu, ada lagi dua gambar yang selalu tampak dominan pada helmnya, yakni pantai dan rumah.

Pantai melambangkan ketenangan dalam menghadapi tekanan saat balap. Kalau gambar rumah, melambangkan doa agar selalu diberi keselamatan setelah balap di mana pun, dan selalu mengingatkan juga dari mana kita berasal, harus pulang ke rumah, ujar Lucky.

Tentunya semua pihak di Indonesia, berdoa agar semua cita-cita dan harapan yang tertuang pada pelindung kepala para pebalap AHRT, mampu membawa mereka menuju jenjang juara. Kemudian meraih impian yang mereka idamkan, yakni membawa harum nama Bangsa Indonesia di kancah tertinggi balap dunia. (RLS/PRO3)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16118


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved