Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen dan Guru Kita Miskin, Lalu Siapa yang Sedang Kita Bangun?
Lampungpro.co, 08-Jul-2026

Admin 229

Share

Pimpinan Media Muhammad Asyihin, S. Pd., M.M. Lampungpro.co/doc

‎Persidangan di Mahkamah Konstitusi beberapa hari lalu seharusnya membuat seluruh pemimpin negeri ini tertunduk. Bukan karena kalah dalam perkara, tetapi karena malu.

‎Di ruang sidang itu, rakyat mendengar langsung pengakuan para dosen ASN yang harus berjualan bubur bayi, menjadi pengemudi ojek daring, mengajar di banyak kampus, bahkan ada yang bekerja sebagai kuli bangunan hanya agar anaknya tetap bisa minum susu.

‎Sungguh menyedihkan.

‎Saya tidak ingin membahas angka gaji mereka. Angka itu bahkan tidak pantas dijadikan bahan perdebatan. Sebab berapa pun nominalnya, faktanya sudah sangat jelas: penghasilan tersebut belum mampu membuat dosen fokus menjalankan tugas utamanya sebagai pendidik.

‎Ketika seorang dosen selesai mengajar lalu harus berpikir pekerjaan sampingan, bagaimana mungkin negara berharap lahir riset-riset berkualitas? Bagaimana mungkin kampus menjadi pusat inovasi jika para akademisinya lebih sibuk memikirkan cicilan rumah, uang sekolah anak, dan kebutuhan dapur dibanding mengembangkan ilmu pengetahuan?

‎Jangan pula ada yang berkilah bahwa dosen masih memiliki pendapatan dari penelitian, pengabdian kepada masyarakat, atau hibah akademik.

‎Itu bukan gaji.

‎Itu bukan hak dasar.

1 2 3 4 5 6 7

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved