Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pakar: Aktivitas Kegempaan di Indonesia Belum Terpetakan dengan Baik
Lampungpro.co, 27-Jan-2018

Lukman Hakim 2568

Share

Portal Berita Lampung, Info Lampung Terkini, Berita Politik Lampung, Portal Berita Pertanian, Portal Berita Bisnis, Portal Berita Daerah, Portal Berita Pendidikan, Info Berita Terbaru Lampung, Lampungpro.com Nomor Satu, Info Peristiwa Terkini, Portal Informasi Lampung Terbaru

JAKARTA (Lampungpro.com): Menurut pakar gempa dari Universitas Andalas, Dr Badrul Mustafa, aktivitas kegempaan di Indonesia belum terpeta dengan baik. Karena itu sukar memastikan di wilayah mana aktivitas kegempaan paling tinggi berlangsung.

Meski demikian, Badrul Mustafa menyebut bahwa setidaknya ada dua lempeng raksasa yang terus diamati oleh pakar kegempaan dan geodesi yaitu megathrust Sunda dan megathrust Siberut. Masyarakat harus waspada, kata Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Andalas ini dilansir Halal Lifestyle (Grup Lampungpro.com).

Pakar gempa bumi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natawidjaya, juga mengkhawatirkan semakin aktifnya zona tektonik di selatan Jawa. Meskipun lokasi sumber gempanya berbeda-beda, kalau dari aspek mitigasi bencana, yang harus paling diperhitungkan yang Megathrust selatan Jawa, kata dia.

Peningkatan aktivitas ini mulai terdeteksi setelah gempa dengan magnitudo 7,8 --yang kemudian memicu tsunami di Pangandaran pada 2006-- gempa berkekuatan  7,3 dan  6,9 di selatan Tasikmalaya pada 2009.

Peta Gempa Bumi Nasional 2017 mencantumkan potensi gempa berkekuatan 8,7 bisa terjadi di selatan Jabar. Danny mengatakan, sekalipun data tentang potensi gempa besar di selatan Jawa semakin banyak ditemukan, belum bisa diprediksi kapan dan di mana gempa akan terjadi.

Megathrust Sunda, yang membentang dari ujung barat hingga timur Jawa adalah jalur lempeng raksasa di zona subduksi (tumbukan lempeng) Selat Sunda. Keberadaan ruang kosong gempa (seismic gap) sepanjang 350-550 kilometer  sangat mungkin menyimpan potensi gempa raksasa karena energi dari gesekan dua lempeng bumi masih tersimpan.

Para pakar kegempaan mengakui belum bisa membuat pola keterulangan gempa di Selat Sunda karena masih sedikitnya data sejarah dan studi paleotsunami di selatan Jawa. Dari sejumlah data sejarah, tsunami pernah melanda kawasan selatan Jawa pada tahun 1700-an dan awal 1800-an.

Potensi gempa raksasa di Selat Sunda sendiri menjadi pengetahuan umum peneliti. Setelah gempa Aceh 2004 dan Sendai 2011, kalangan ilmuwan meyakini bahwa gempa dan tsunami raksasa bisa terjadi di seluruh zona subduksi di mana pun. (**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16711


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved