Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Panen di Pesisir Barat, Pupuk Organik Penelitian HKTI Lampung Naikkan Produksi Padi
Lampungpro.co, 25-Mar-2020

Amiruddin Sormin 1804

Share

Ketua HKTI Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Kedua kiri) bersama pengurus dan petani saat panen raya, di Pesisir Barat, Senin (23/3/2020). LAMPUNGPRO.CO

KRUI (Lampungpro.co): Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung menggelar panen raya padi bersama para petani di Pekon Way Nuka, Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat, Senin (23/3/2020). Panen padi di kawasan ini mampu mencapai 12 ton/hektare setelah mendapat pembinaan HKTI sejak musim tanam.

Menurut Ketua Umum HKTI Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, kenaikan produksi itu setelah memekai pupuk organik hasil penelitian HKTI. "Kami membina petani untuk menaikkan hasil produksi dengan memakai pupuk organik. Selain menyuburkan tanah, perlahan petani kami ajak untuk tidak tergantung pada pupuk anorganik," kata Rahmat Mirzani, usai panen.

Rahmat Mirzani Djausal yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung itu, mengatakan HKTI Lampung ingin berupaya berkontribusi agar para petani bisa terus meningkatkan produktivitas. "HKTI Lampung akan memikirkan petani bagaimana meningkatkan hasil produksinya. Salah satunya dengan mengembangkan pupuk organi. Dengan bibit dan pupuk yang dikembangkan saat ini, Alhamdulillah tadinya hanya 4-6 ton sekarang bisa sampai 14 ton," kata Rahmat Mirzani Djausal yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung itu.

Pada dialog tersebut, petani mengaku hasil panen mereka meningkat sejak memakai pupuk organik yang dikembangkan dari hasil penelitian HKTI Lampung. Petani di Pekon Way Nuka, Karya Penggawa, Krui, Hasanudin mengungkapkan pihaknya menggarap total sekitar 20 hektare lahan tanaman padi yang tersebar di sejumlah lokasi di Pesisir Barat.

Menurut Hasanudin, dalam dua kali tanam terakhir, para petani di sini mulai menggunakan pupuk organik yang dikembangkan dari hasil peneltian HKTI Lampung tersebut. "Sudah (pakai) dua kali tanam. Hasilnya bagus dan jauh lebih meningkat hampir dua kali lipat. Kalau sebelumnya itu rata-rata (panen) 6-7 ton (per hektare), tapi sekarang sudah diatas 10 ton bahkan sampai 14 ton," kata Hasanudin.

Hasanudin menjelaskan saat pertama kali menggunakan pupuk tersebut, dia hanya menggunakan sekitar 50 persen. Namun, di masa tanam kedua, pemakaian pupuk organik tersebut sekitar 75 persen. Pupuk organik tersebut merupakan hasil penelitian yang dikembangkan Tim Peneliti HKTI Lampung, Baheram.

Hasil penen ini, menurut  Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lampung, Kaslan, tergolong bagus. Pasalnya, untuk mencapai 10 ton cukup suli, karena rata-rata hasil panen padi di Lampung paling tinggi 8 ton/hektare. "HKTI harus mengembangkan pupuk organik ini dengan mencoba di beberapa tempat. Memang pupuk organik paling cocok dikembangkan untuk memperbaiki unsur hara tanah," kata Kaslan.

Tampak hadir pada panen raya itu, sejumlah perwakilan kelompok tani, Ketua HKTI Pesisir Barat Irta Hanum, dan Koordinator Penyuluh Pertanian Pesisir Barat, Ahmad Joni. Sebelum panen, jajaran HKTI Lampung berdialog bersama petani. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

15898


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved