Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pedagang Pecel Lele di Metro ini Babak Belur Dipukuli Pengamen
Lampungpro.co, 19-Mar-2018

Lukman Hakim 1487

Share

#portalberitalampung #webberitalampung #portalberitanasional #beritalampungterkini #beritakulinerlampung #beritawisatalampung #portalberitawisata #portalberitawisatanasional #portalberitaasiangames #portalberitapendidikan #beritaolahragalampung #beritaolahraganasional #lampungproberitalampung #lampungprodotcom #beritapolitiklampung #webberitadaerah #webberitanasional

METRO (Lampungpro.com): Tindakan premanisme terjadi di Kota Metro. Warjiono (41), pemilik warung makan Lamongan Jaya yang berada di Central Makanan Sumur Bandung babak belur dihajar pengamen dan kini dirawat di Rumah Sakit Ahmad Yani setempat, sekira pukul 01.00 WIB, Jumat (16/3/2018). Pemukulan itu hanya karena tidak diberi lele goreng.

"Penyebabnya sepele mas. Cuma karena nggak saya kasih lele goreng untuk sodokan mereka minum-minuman keras. Datang nggak tak kasih datang lagi nggak tak kasih, datang lagi. Mereka bertiga," kata Warjiono, Senin (19/3/2018).

Warjiono mengalami luka jahit di bagian kepala sebanyak tiga titik, yakni di kepala sebelah kanan, kepala sebelah kiri, dan pelipis mata kiri. Selain luka di kepala Warjiono mendapat luka di bagian perut akibat tendangan, lengan akibat pukulan benda keras, dan beberapa luka di bagian tubuh lain.

Diduga alat-alat yang digunakan untuk memukuli Warjiono adalah teh botol, gitar, dan lainnya. Dan, saat ini, barang bukti sudah dibawa ke Polres Metro. 

Menurut Warjiono, saat itu, ia sedang menutup daganganya. Tiba-tiba tiga pengamen datang meminta lele goreng. Karena tidak diberi, pengamen itu lantas memukuli Warjiono dengan membabi buta. "Pas mukulin saya pasti mereka sedang mabuk," kata dia.

Warjiono juga menjelaskan, dia dan pedagang lainnya sebenernya resah dengan mereka. Sudah sering kami kasih tapi justru mencederai kami. Makanya kami kalau sudah larut malam harus cepat pulang. Karena banyak pedagang juga yang takut," kata warga Jalan Dahlia, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat itu. (RADEN/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16833


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved