Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemadaman Listrik PLN, Omset Usaha Kecil di Bandar Lampung Turun
Lampungpro.co, 06-Sep-2018

Erzal Syahreza 1881

Share

PLN Lampung, Pemadaman Bergilir, Lampung, Bandar Lampung, Lampungpro.com, Info Lampung, Info Bandar Lampung, Info Kekinian, Info Wisata, Listrik Lampung, Listrik Bandar Lampung, Pemadaman, Mati Lampu, Mati Listrik, Keamanan Lampung, Investasi

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Pemadaman listrik bergilir di Lampung membuat pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami kerisauan. Pasalnya, pemadaman listrik yang belum bisa dipastikan waktunya membuat pemilik UMKM merasa terganggu dengan aktivitas pekerjaannya. Padamnya listrik terkadang bisa memakan waktu 4-5 jam dan dalam sehari tidak hanya terjadi di suatu wilayah.

BACA JUGA:Pemadaman Listrik Belum Usai, Usaha Kecil Keluhkan Merugi

Pemilik sentra pembauatan kue Alysa Cake, Ihwan (36) mengaku sangat terganggu dengan pemadaman listrik yang kerap terjadi. Sentra kue yang berada di komplek Bataranila miliknya ini susah untuk menjadwal pembuatan kue. Kalau listriknya mati, susah saya mau buat kue, kata Ihwan kepada Lampungpro.com, Rabu (5/9/2018) malam.

BACA JUGA:Usaha Kecil Keluhkan Listrik Mati, PLN Lampung Upayakan Tambahan Daya

Akibatnya, bisnis kecil milik Iwan ini mengalami penurunan omset. Jika biasanya ia bisa mengorder pemesanan kue sekitar 1000, kini ia hanya berani mengambil pesanan setengahnya. Saya nggak berani ambil pesanan terlalu banyak, takut pelanggan kecewa, kata dia.

Keluhan serupa juga dirasakan pemilik Sahabat Percetakan di komplek tersebut. Husen (30) mengaku mengurangi pemesanan percetakan lantaran kondisi listrik yang sering padam. Kondisi listrik yang sering padam membuat dirinya harus pandai memprediksi target waktu pesanan. Nggak bisa semua saya ambil, kata dia.

Namun, ia belum bisa memastikan total kerugian akibat seringnya listrik padam. Husen hanya mengaku selama satu bulan terakhir telah mengalami penurunan omset. Jika biasanya satu bulan ia bisa mendapat pemasukan kotor sekitar Rp10 juta, kini hanya Rp6 juta. Pemasukan turun, biaya hidup semakin naik, kata dia. (SYAHREZA/PRO3)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Belum Kena di Saya, Bukan Berarti Tidak...

Lampung ini bukan hanya soal “saya sudah dapat apa”,...

962


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved