LAMPUNG UTARA (Lampungpro.com): Dinas Kesehatan Lampung Utara memfasilitasi pengobatan Tegar Andi Pratama (4), balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang untuk dilakukan pengobatan dan perawatan. Warga Jalan Laba Gole, Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan itu semula diduga mengalami penyakit gangguan syaraf, mengingat dia sering kejang-kejang. Dinkes setempat menyarankan kedua orangtua Tegar untuk membawa anaknya terapi di RSUD Ryacudu Kotabumi.
Kami sudah periksa, tapi Tegar bukan mengalami lumpuh layu atau ganggun syraf, balita itu mengalami gangguan tumbuh kembang. Tegar memang bukan warga Kotabumi Selatan melainkan warga Desa Papanrejo, Kecamatan Abung Timur dan di sini tinggal dengan neneknya. Kita mau bantu untuk pembuatan BPJS, Tegar sudah punya BPJS PBI jadi tinggal dibawa ke RSD Ryacudu, kata Kepala Puskesmas Kotabumi II dr Yoan, melalui sambungan teleponnya.
Sementara itu, Ngatiem, nenek Tegar, mengatakan cucunya merupakan putra anak pertamanya Suryani (31) dan Sarmin (36), yang bekerja sebagai petani. Tegar sendiri memang lahir melaui operasi sesar di RSUD Ryacudu karena saat itu ibunya menderita penyakit darah tinggi.
Setelah delapan bulan menjalani pengobatan di RSUD Ryacudu, Tegar tidak mengalami perubahan sedikitpun seperti bayi normal pada umumnya. Sehingga, keluarga memutuskan membawa Tegar pulang. Namun demikian, pihak keluarga berupaya melakukan pengobatan agar anaknya bisa sembuh seperti anak-anak pada umumnya. Saat dilakukan pengobatan di RS di Bandar Lampung, Tegar didiagnosa mengalami gangguan syaraf dan diminta membeli alat bantu pendengaran. "Kami disuruh beli alat bantu dengar harganya mulai dari Rp600 ribu sampai Rp4 juta, darimana kami mendapatkan uang sebanyak itu, kata dia.
Sebelumnya, kata dia, dokter dari RSUD Ryacudu Kotabumi memang sudah memberitahu kalau Tegar dalam keadaan lambat berkembang. Setelah Tegar berumur 1 tahun baru terlihat, saat diberikan mainan atau diajak bercanda, anak itu sama sekali tidak merespon. Padahal, anak-anak seusianya sudah bisa merangkak bahkan berjalan.
Untuk itu, kami meminta bantuan pengobatan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk mengetahui secara pasti sebenarnya Tegar terkena penyakit apa. Karena kalau kita berobat di RSUD Ryacudu Kotabumi kami takut melihat kondisi Tegar tidak bisa dibawa ke tempat keramaian," kata Ngatiem. (ASKA/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
17077
Lampung Selatan
5639
184
06-Apr-2025
429
05-Apr-2025
666
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia