Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemkab Lampung Utara Fasilitasi Pengobatan Bocah Alami Ganguan Tumbuh Kembang
Lampungpro.co, 08-May-2017

Lukman Hakim 2006

Share

LAMPUNG UTARA (Lampungpro.com): Dinas Kesehatan Lampung Utara memfasilitasi pengobatan Tegar Andi Pratama (4), balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang untuk dilakukan pengobatan dan perawatan. Warga Jalan Laba Gole, Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan itu semula diduga mengalami penyakit gangguan syaraf, mengingat dia sering kejang-kejang. Dinkes setempat menyarankan kedua orangtua Tegar untuk membawa anaknya terapi di RSUD Ryacudu Kotabumi.

Kami sudah periksa, tapi Tegar bukan mengalami lumpuh layu atau ganggun syraf, balita itu mengalami gangguan tumbuh kembang. Tegar memang bukan warga Kotabumi Selatan melainkan warga Desa Papanrejo, Kecamatan Abung Timur dan di sini tinggal dengan neneknya. Kita mau bantu untuk pembuatan BPJS, Tegar sudah punya BPJS PBI jadi tinggal dibawa ke RSD Ryacudu, kata Kepala Puskesmas Kotabumi II dr Yoan, melalui sambungan teleponnya.

Sementara itu, Ngatiem, nenek Tegar, mengatakan cucunya merupakan putra anak pertamanya Suryani (31) dan Sarmin (36), yang bekerja sebagai petani. Tegar sendiri memang lahir melaui operasi sesar di RSUD Ryacudu karena saat itu ibunya menderita penyakit darah tinggi.

Setelah delapan bulan menjalani pengobatan di RSUD Ryacudu, Tegar tidak mengalami perubahan sedikitpun seperti bayi normal pada umumnya. Sehingga, keluarga memutuskan membawa Tegar pulang. Namun demikian, pihak keluarga berupaya melakukan pengobatan agar anaknya bisa sembuh seperti anak-anak pada umumnya. Saat dilakukan pengobatan di RS di Bandar Lampung, Tegar didiagnosa mengalami gangguan syaraf dan diminta membeli alat bantu pendengaran. "Kami disuruh beli alat bantu dengar harganya mulai dari Rp600 ribu sampai Rp4 juta, darimana kami mendapatkan uang sebanyak itu, kata dia.

Sebelumnya, kata dia, dokter dari RSUD Ryacudu Kotabumi memang sudah memberitahu kalau Tegar dalam keadaan lambat berkembang. Setelah Tegar berumur 1 tahun baru terlihat, saat diberikan mainan atau diajak bercanda, anak itu sama sekali tidak merespon. Padahal, anak-anak seusianya sudah bisa merangkak bahkan berjalan.

Untuk itu, kami meminta bantuan pengobatan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk mengetahui secara pasti sebenarnya Tegar terkena penyakit apa. Karena kalau kita berobat di RSUD Ryacudu Kotabumi kami takut melihat kondisi Tegar tidak bisa dibawa ke tempat keramaian," kata Ngatiem. (ASKA/PRO2)

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

17077


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved