Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov dan Komisi VII DPR RI Dorong Integrasi Hulu ke Hilir Industri Pangan di Lampung
Lampungpro.co, 31-Jan-2026

Febri 324

Share

Komisi VII DPR RI Saat Kunjungan Kerja ke Japfa Comfeed Indonesia Feed Lampung | Lampungpro.co

Chusnunia juga menyinggung tantangan baru dengan hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berdampak langsung pada peningkatan konsumsi telur, daging, dan produk pangan lainnya. Menurutnya, sehingga kesiapan industri menjadi kunci agar kebijakan tersebut tidak memicu gejolak harga.

Chusnunia menilai, PT. Japfa Comfeed Indonesia berperan penting sebagai offtaker hilirisasi pertanian di Lampung. Ia mencatat, sekitar 50 persen bahan baku pakan ternak Japfa Comfeed berasal dari lokal, khususnya jagung, meski sebagian masih bergantung pada impor.

"Kebijakan bahan baku harus sangat hati-hati. Jangan sampai menimbulkan turbulensi, yang ujungnya merugikan UMKM dan masyarakat karena kenaikan harga pangan," tegas Chusnunia Chalim.

Wanita yang kerap disapa Nunik ini juga menyoroti pentingnya optimalisasi irigasi dan bendungan di Lampung, agar produksi jagung tidak bergantung musim hujan. Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian akan berdampak langsung pada stabilitas industri pakan ternak.

Selain itu, Komisi VII DPR RI juga mendorong percepatan transisi menuju industri hijau. Komitmen penggunaan energi terbarukan, harus diwujudkan dalam kebijakan konkret, bukan hanya sekadar wacana.

Sementara itu, Vice President Head of Feed Operations Sumatera PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Anwar Tandiono menyebut, Japfa Comfeed berkomitmen menyediakan pakan berkualitas dengan harga bersaing dan berkelanjutan.

Menurutnya, sejak larangan impor jagung diberlakukan, harga jagung petani di Lampung kini konsisten selalu berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved