Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov Lampung Dorong Investasi Energi Hijau, Proyek Industri Bioetanol Siap Dikembangkan di Tegineneng
Lampungpro.co, 10-Jun-2026

Febri 252

Share

Pemprov Lampung Saat Teken Pengembangan Industri Bioetanol | Lampungpro.co/Dok Kominfo

TEGINENENG (Lampungpro.co): Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat pengembangan industri bioetanol, melalui peninjauan langsung calon lokasi pembangunan pabrik bioetanol, dan kawasan pengembangan bahan baku sorgum di Lampung, Selasa (9/6/2026).

Kunjungan tersebut, dipimpin Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Wakil Kepala BKPM RI Todotua Pasaribu bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, usai menghadiri Rapat Koordinasi dan Sinergitas Pembangunan Pabrik Bioetanol yang berlangsung di Ruang VVIP Lounge Bandara Raden Inten II, Lampung Selatan.

Rombongan yang terdiri dari jajaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Pertamina New dan Renewable Energy (PNRE), Toyota Tsusho Corporation, Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PTPN, akademisi, dan para pemangku kepentingan lainnya, meninjau lokasi calon pembangunan pilot plant bioetanol di Tegineneng, Pesawaran, serta kawasan pengembangan budidaya sorgum di Rejosari, Natar, Lampung Selatan.

Peninjauan tersebut, dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan, ketersediaan bahan baku, dukungan infrastruktur, serta integrasi kawasan yang akan menjadi bagian dari pengembangan ekosistem industri bioetanol di Lampung.

Dalam rapat koordinasi dan sinergitas proyek pembangunan bio etanol Lampung, Todotua Pasaribu menegaskan, Lampung menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan bioetanol nasional.

Menurutnya, provinsi ini memiliki berbagai keunggulan strategis, mulai dari ketersediaan bahan baku yang melimpah, infrastruktur yang memadai, hingga komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung investasi.

Kebutuhan bioetanol nasional sendiri, diperkirakan akan terus meningkat seiring implementasi program campuran E10 bioetanol pada bahan bakar bensin, yang ditargetkan mulai diterapkan secara bertahap pada tahun 2028.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong percepatan pembangunan industri bioetanol, guna memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

1 2 3 4

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved