Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov Lampung Gandeng Karang Taruna Wujudkan Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Wirausaha Muda Desa
Lampungpro.co, 03-Sep-2026

Febri 221

Share

Pemprov Lampung Bersama Karanv Taruna Lampung | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, membuka Literasi dan Inklusi Keuangan serta melaunching Nota Kesepahaman (MoU) Program Siger Taruna Preneur yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan strategis ini, diinisiasi bersama OJK Lampung dan Karang Taruna Lampung, guna mencetak wirausaha muda perdesaan yang mandiri dan juga bisa berdaya saing.

​Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan mengatakan, kekuatan terbesar Lampung tidak hanya bertumpu pada tanah yang subur maupun komoditas unggulan alam, melainkan pada keunggulan sumber daya manusianya, khususnya generasi muda desa.

​"Harapan anak-anak muda di desa, tidak hanya menjadi penonton dari perkembangan ekonomi, tapi juga menjadi pelaku utama yang menciptakan usaha, membuka lapangan pekerjaan, mengembangkan potensi daerah, dan membangun masa depan desanya sendiri," kata Marindo Kurniawan.

​Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memandang Program Siger Tarunapreneur, selaras penuh dengan arah pembangunan daerah dan program Desaku Maju, terutama dalam mendorong hilirisasi komoditas lokal langsung dari tingkat akar rumput.

Sementara itu, Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy mengungkapkan, Siger Tarunapreneur merupakan langkah konkret Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama industri perbankan dan pasar modal, untuk mendampingi pemuda desa secara berkesinambungan, hingga berstatus bankable dan scalable.

​"Program ini berfokus menjadikan Karang Taruna di seluruh Lampung, sebagai wadah pemberdayaan dan penciptaan entrepreneur muda di desa melalui literasi keuangan, pembiayaan, pendampingan usaha, digitalisasi, dan akses pasar," ungkap Otto Fitriandy.

Pemerintah ingin pemuda desa memahami industri jasa keuangan formal, cerdas mengelola permodalan, serta menjadi duta edukasi, untuk membentengi warga dari bahaya jeratan pinjaman online (Pinjol) ilegal dan judi online (Judol).

​Sementara itu, Ketua Karang Taruna Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi menegaskan, pihaknya berkomitmen penuh hingga tingkat pekon dan desa, untuk menjadi benteng kemandirian ekonomi masyarakat.

​"Langkah kolaboratif ini, menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya di tingkat pekon, di tingkat desa, di seluruh penjuru Lampung," tegas Wahrul Fauzi Silalahi.

Wahrul menilai, melalui integrasi program ini, pemuda desa tidak boleh lagi terisolasi dari akses ekonomi modern. Oleh karenanya, Karang Taruna siap menjadi agen perubahan, jembatan edukasi keuangan, dan wadah inkubasi usaha desa, demi mewujudkan desa maju dan Lampung sejahtera.

​Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) dengan Pengurus Karang Taruna Lampung, terkait integrasi Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai kartu ATM dan penetapan pemuda Karang Taruna sebagai agen Laku Pandai.

Selain itu, ditandatangani pula MoU antara Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung dengan Karang Taruna Lampung, terkait literasi pasar modal. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved