Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov Lampung Perkuat Ketahanan Wilayah Hadapi Ancaman Multi Dimensi
Lampungpro.co, 20-May-2026

Febri 280

Share

Pemprov Lampung Bersama Universitas Pertahanan RI | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat ketahanan wilayah, untuk antisipasi menghadapi ancaman multi dimensi yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Lampung.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan mengatakan, penguatan pertahanan negara saat ini tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab militer, tapi juga membutuhkan sinergi pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman multi dimensi.

"Pertahanan negara hari ini bukan hanya tanggung jawab TNI, tapi membutuhkan sinergi pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, hingga generasi muda," kata Marindo Kurniawan saat Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) RI Tahun Akademik 2025–2026 di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan KKDN Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI berlangsung di Lampung pada 17-22 Mei 2026, dengan melibatkan 59 mahasiswa program magister beserta dosen dan staf Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI. Para peserta melakukan riset, pemetaan wilayah, dan audiensi terkait potensi daerah, ekonomi, serta ketahanan nasional di Lampung.

Pemprov Lampung turut menekankan posisi strategis Lampung sebagai gerbang utama Pulau Sumatera, yang menghubungkan mobilitas manusia dan distribusi logistik nasional.

Keberadaan Selat Sunda, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Panjang, dan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), dinilai menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan dan stabilitas nasional.

Menurut Marindo, posisi strategis tersebut sekaligus menghadirkan tantangan besar, mulai dari pengawasan distribusi barang ilegal, keamanan jalur perairan, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan cuaca ekstrem.

"Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat mitigasi dan ketahanan wilayah, sebagai bagian dari ancaman non militer yang harus diantisipasi secara serius," ujar Marindo Kurniawan.

Marindo juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan ekonomi dalam memperkuat pertahanan negara. Lampung sendiri, saat ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan komoditas unggulan seperti padi, jagung, kopi, tebu, udang, dan singkong, bahkan Lampung disebut menyumbang sekitar 70 persen produksi tapioka nasional.

Selain sektor pangan, Marindo juga mendorong hilirisasi pertanian dan pengembangan industri berbasis komoditas unggulan, agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat.

Penguatan konektivitas melalui jalan tol, pelabuhan, dan kawasan industri logistik, juga terus dilakukan untuk mendukung peran Lampung sebagai Gerbang Sumatera.

Di bidang sumber daya manusia (SDM), Pemprov Lampung menaruh perhatian pada penguatan pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Pemerintah daerah ingin menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi transformasi teknologi dan tantangan global di masa depan.

Sementara itu, Rektor Universitas Pertahanan RI, Anton Nugroho mengungkapkan, pihaknya menilai Lampung memiliki posisi strategis dalam perspektif pertahanan nasional, karena menjadi jalur logistik penting sekaligus memiliki potensi pertanian, maritim, dan pariwisata yang besar.

Menurut Anton, kondisi geopolitik global yang tidak menentu saat ini membuat ancaman terhadap negara berkembang menjadi lebih kompleks. Ancaman tersebut, tidak hanya berbentuk militer konvensional, tapi juga perang informasi, ancaman siber, kejahatan lintas negara, hingga ancaman terhadap keamanan maritim dan ketahanan masyarakat.

Hasil penelitian mahasiswa selama KKDN, diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan kebijakan pertahanan negara dan pembangunan ketahanan wilayah di Lampung.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara aspek pertahanan, keamanan, pembangunan daerah, dan stabilitas nasional.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Lampung berharap lahir kolaborasi yang lebih kuat antara dunia akademik dan pemerintah daerah, dalam memperkuat ketahanan wilayah.

Hasil kajian mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi masukan strategis bagi pembangunan daerah, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan Lampung menghadapi berbagai ancaman multidimensi di masa depan. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved