Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov Lampung Apresiasi Panji Sewu, Lestarikan Tradisi Suran dan Jamasan Pusaka Perkuat Identitas Budaya Bangsa
Lampungpro.co, 30-Jun-2026

Febri 190

Share

Pemprov Lampung Bersama Panji Sewu | Lampungpro.co/Dok Kominfo

PRINGSEWU (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memberikan apresiasi kepada Perkumpulan Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji Sewu, atas komitmennya menjaga dan melestarikan tradisi Suran serta Jamasan Pusaka Nusantara, sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas bangsa di tengah arus modernisasi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lampung, Achmad Saefullah mengatakan, di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, ikhtiar seperti inilah yang membuat warisan budaya tetap hidup, terus dikenal, dan memiliki tempat di hati masyarakat.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya diwujudkan melalui penyelenggaraan acara atau dokumentasi di media sosial, tapi juga harus mampu menghadirkan pemahaman atas nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

"Sebuah tradisi akan tetap hidup bukan karena sering ditampilkan, melainkan karena nilai yang dikandungnya terus dipahami dan diwariskan. Ketika maknanya hilang, yang tersisa hanyalah sebuah seremoni, tapi ketika maknanya tetap dijaga, maka tradisi akan selalu menemukan tempatnya di setiap generasi," kata Achmad Saefullah saat menghadiri rangkaian persiapan kegiatan tahunan bertema "Generasi Muda Lestarikan Budaya Bangsa" di Sukoharjo, Pringsewu, Minggu (28/6/2026).

Achmad Saefullah menjelaskan, tradisi Suran memiliki makna yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Tradisi tersebut, menjadi momentum untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki niat, sekaligus menyusun langkah yang lebih baik dalam menjalani kehidupan ke depan.

Sementara prosesi Jamasan Pusaka bukan sekadar membersihkan benda-benda pusaka, tapi juga merupakan simbol penghormatan terhadap sejarah, jasa para pendahulu, serta nilai-nilai perjuangan yang diwariskan kepada generasi penerus.

"Pusaka menjadi berharga karena mengingatkan kita tentang keteguhan, kebijaksanaan, persatuan, dan semangat gotong royong yang telah diwariskan oleh para leluhur," jelas Achmad Saefullah.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya. Menurutnya, pelestarian budaya harus diiringi dengan upaya mengenalkan sejarah, filosofi, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya agar tumbuh rasa bangga untuk melestarikannya.

Pemprov Lampung juga mengapresiasi semakin banyaknya anak muda yang mempromosikan budaya melalui berbagai karya kreatif, seperti media digital, film pendek, hingga komunitas seni, sehingga budaya lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Pemprov Lampung berharap, Suran dan Jamasan Pusaka Nusantara terus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta mengingatkan kita bahwa kemajuan akan selalu lebih kokoh apabila dibangun di atas akar budaya yang kuat. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved