Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Penghasil Padi Terbesar Kedua, Pemkab Lampung Timur Siap Dukung Kebijakan Program Swasembada Pangan
Lampungpro.co, 20-Jan-2026

Febri 221

Share

Bupati Lampung Timur Bersama Petani | Ist/Lampungpro.co

SUKADANA (Lampungpro.co): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur menegaskan, peran salah satu daerah penopang ketahanan pangan sebagai penghasil padi terbesar kedua se- Lampung.

Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah mengatakan, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada jajaran Kodam XII Radin Inten, yang dinilainya tidak hanya berperan dalam pertahanan dan keamanan, tapi juga turun langsung ke sektor riil pertanian.

"Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya. TNI bukan hanya bicara soal pertahanan dan stabilitas keamanan, tapi sudah terjun langsung membantu masyarakat melalui gerakan tanam padi serentak," kata Ella Siti Nuryamah, Selasa (20/1/2025).

Menurut Ella, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk menggerakkan program swasembada pangan nasional. Sebagai daerah penghasil padi terbesar kedua di Lampung, Pemkab Lampung Timur siap mendukung kebijakan tersebut secara maksimal.

"Alhamdulillah Lampung Timur merupakan penghasil padi kedua di Lampung, jadi ini tentu harus dijaga dan ditingkatkan, tentunya melalui kolaborasi semua pihak," ujar Ella Siti Nuryamah.

Pemerintah daerah memiliki peran penting memastikan petani dapat menjalankan siklus tanam secara optimal, mulai dari musim tanam pertama (MT1), MT2, hingga MT3.

Selain itu, pemerintah daerah harus turun langsung melayani, karena etani bisa tanam, bisa panen, itu sudah luar biasa, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang menjadi bagian dari ketahanan ekonomi masyarakat.

Ella juga turut menyoroti dukungan regulasi pemerintah pusat, yang dinilai kian berpihak kepada petani, salah satunya kesiapan Badan Urusan Logistik (Bulog), untuk menyerap hasil panen dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Ella menyebut, Lampung Timur memiliki luas baku sawah (LBS) mencapai 55.952 hektare, di mana dari luasan tersebut, sekitar 2.900 hektare berada di Kecamatan Way Bungur sebagai wilayah pendampingan, sementara 500 hektare di Desa Braja Fajar, yang menjadi lokasi tanam serentak.

"Ini satu hamparan yang memang waktunya tanam untuk MT1, dari Januari sampai April 2026 nanti panen dan masuk MT2. Kelancaran sistem irigasi menjadi faktor kunci keberhasilan pertanian di Lampung Timur," sebut Ella Siti Nuryamah.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), untuk memastikan irigasi berjalan optimal.

Oleh karena ini, LBS yang mengandalkan irigasi, kalau irigasi macet petani tidak bisa mengikuti siklus tanam, naka koordinasi terus dilakukan. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Belum Kena di Saya, Bukan Berarti Tidak...

Lampung ini bukan hanya soal “saya sudah dapat apa”,...

1647


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved