NATAR (Lampungpro.co) : Pendidikan tidak lagi cukup hanya berlangsung di ruang kelas. Di Provinsi Lampung, praktik nyata justru menjadi kunci membentuk generasi yang siap menghadapi dunia kerja. Itulah yang tergambar dalam kegiatan panen raya melon di SMK Negeri SPP Lampung, Selasa (21/4/2026) yang sekaligus menjadi ruang belajar terbuka bagi para siswa.
Momentum ini bukan sekadar panen hasil pertanian, tetapi juga simbol kuatnya sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi sekolah menengah kejuruan agar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Hadir mewakili Direktur Polinela, Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Eko Win Kenali, S.Kom., M.Cs. menegaskan bahwa dukungan terhadap SMK dan SMA di Lampung merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi jembatan penting antara teori dan praktik.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H., yang menyoroti pentingnya penguatan pendidikan berbasis praktik, khususnya di sektor pertanian. Ia menilai, keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor utama dalam menciptakan lulusan yang kompeten dan siap bersaing.
Kepala sekolah SMK Negeri SPP Lampung, Margi Prasojo, S.Pd., M.T.I., menjelaskan bahwa budidaya melon dilakukan dengan pendekatan teknologi modern. Siswa belajar langsung di dua unit smart greenhouse berbasis Internet of Things (IoT), lengkap dengan sistem irigasi tetes (drip). Di sana, ratusan tanaman melon varietas Inthanon dan Sweet Net 9 dibudidayakan sebagai bagian dari pembelajaran yang tidak hanya edukatif, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
Puncak acara ditandai dengan pembukaan panen oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. Ia memberikan apresiasi atas langkah progresif sekolah tersebut sebagai satu-satunya SMK Pertanian Pembangunan di Lampung yang mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar. Menurutnya, pendidikan vokasi harus terus dikembangkan agar tidak hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga individu yang mampu menciptakan inovasi.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pendekatan Design Thinking dalam pembelajaran. Metode ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, memahami masalah, dan melahirkan solusi yang aplikatif terutama di sektor pertanian yang kini semakin modern dan berbasis teknologi.
Kegiatan panen raya ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di Lampung sedang bergerak ke arah yang lebih maju. Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah bukan hanya memperkuat kualitas pembelajaran, tetapi juga membuka peluang lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.
Pada akhirnya, pendidikan seperti inilah yang dibutuhkan: tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menghadirkan pengalaman nyata. Dari kebun melon di Natar, harapan itu tumbuh bahwa masa depan pertanian modern ada di tangan generasi muda yang terlatih, kreatif, dan berani berinovasi. (***)
Berikan Komentar
Masih ada yang berdesakan di angkot yang jumlahnya makin...
406
Bandar Lampung
618
KOPI PAHIT
689
209
23-Apr-2026
221
23-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia