MADIUN (Lampro): Sebanyak 42 rumah warga di Desa Bandungan, Kecamatan Saradan, Madiun diterjang banjir bandang yang melanda kawasan itu, Kamis (12/1/2017) malam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Edy Harianto, Jumat (13/1/2017), mengatakan banjir bandang terjadi sesudah hujan deras mengguyur lereng Gunung Pandan di kawasan desa setempat.
"Air sungai di desa itu meluap akibat curah hujan yang tinggi. Saat kejadian, air menerjang selama dua jam saja, setelah itu langsung habis. Namun, mengakibatkan sejumlah rumah rusak dan meninggalkan endapan lumpur," kata Edy kepada wartawan saat melakukan tinjauan di lokasi bencana.
Selain melakukan pendataan, pihaknya juga memberikan bantuan kepada korban banjir bandang Desa Bandungan. Bantuan itu di antaranya, nasi bungkus dan sembako.
"Kami juga akan memberikan bantuan baju layak pakai dan menyiagakan tim reaksi cepat guna mengantisipasi banjir susulan," kata dia.
Selain menerjang puluhan rumah, banjir bandang juga menerjang sejumlah kios dan los pasar dan sekolah dasar. Banjir bandang juga merusak bangunan masjid dan jembatan antardusun di desa setempat.
"Hingga kini pendataan masih terus kami lakukan. Belum diketahui jumlah kerugian material akibat bencana tersebut. Soal kerusakan bangunan fasilitas umum, kami akan koordinasikan dengan dinas terkait," kata dia.
Sementara, hingga menjelang sore, sejumlah warga bergotong-royong membersihkan endapan lumpur sisa dari banjir bandang yang melanda semalam.
Tidak hanya di rumah, pembersihan lumpur juga dilakukan di sekolah dasar dan pasar desa setempat. Kegiatan belajar dan mengajar di SD serta aktivitas transaksi di pasar setempat terpaksa berhenti karena diisi dengan membersihkan lumpur.
"Aktivitas pasar menjadi terganggu karena banyak sisa lumpur. Akibatnya banyak pedagang yang tidak jualan, malah bersama-sama membersihkan lumpur di kios dan los," kata seorang pedagang di Pasar Desa Bandungan, Sunaryo.
Pihak BPBD menambahkan, mengingat data BMKG menyebutkan curah hujan diprediksi masih cukup tinggi selama Januari 2017. Untuk itu, dia meminta kepada warga yang tinggal di tepian sungai dan lereng Gunung Wilis serta Pandan untuk berhati-hati terhadap ancaman banjir dan tanah longsor. (*)
Berikan Komentar
‎Sebenarnya yang gagal ini mahasiswanya, atau sistemnya?
238
Tulang Bawang
393
393
07-May-2026
435
07-May-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia