BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang), Bani Ispriyanto, mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara Daring, di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Lampung, Senin (23/2/2026).
Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir saat memimpin Rakor tersebut, turut menyoroti beberapa komoditas yang mulai mengalami tren kenaikan di minggu ini seperti cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.
Mengingat kenaikan harga cabai rawit telah meluas ke 214 kabupaten/kota atau hampir separuh wilayah Indonesia, Tomsi Tohir menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan dinas terkait di tiap daerah, untuk segera melakukan langkah konkret di lapangan.
Tomsi juga menekankan ketersediaan stok pangan nasional saat ini dalam kondisi aman dan lebih dari cukup. Oleh karena itu, tidak ada alasan logis bagi para pelaku usaha di rantai distribusi untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
Terkait kinerja daerah, Sekjen Kemendagri memberikan perhatian khusus pada kabupaten/kota yang memiliki angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) tinggi di saat wilayah sekitarnya stabil.
Menurutnya, anomali kenaikan harga di satu daerah tertentu, merupakan indikator kurang aktifnya TPID setempat, dalam melakukan pengawasan lapangan.
Ia pun menginstruksikan daerah-daerah yang tidak terdampak bencana, namun mencatatkan inflasi tinggi, untuk segera melakukan evaluasi dan konsolidasi internal.
Sementara itu, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengungkapkan, hingga pekan ketiga Februari 2026, tercatat ada 230 kabupaten/kota mengalami peningkatan IPH. Angka ini menunjukkan tren kenaikan dibandingkan pekan sebelumnya, yang berjumlah 199 kabupaten/kota.
Berdasarkan data BPS, cabai rawit menjadi komoditas dengan kenaikan paling tajam. Secara nasional, 59,44 persen wilayah di Indonesia terdampak kenaikan harga cabai rawit.
Selain cabai, komoditas daging ayam ras, daging sapi, dan telur ayam ras juga memberikan kontribusi besar terhadap tekanan IPH, khususnya di wilayah Nusa Tenggara, Kepulauan Bangka Belitung, dan DIY. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Bandar Lampung
598
Bandar Lampung
636
Bandar Lampung
685
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia