Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Ingatkan Peran Pemimpin Era Disruption
Lampungpro.co, 14-Feb-2020

Heflan Rekanza 1427

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. M. Nasrullah Yusuf turut memberikan pembekalan kepada para mahasiswa peserta Leadership Education Program 2020, di Gelanggang Mahasiswa Teknokrat, Senin (10/2/2020). Dalam pemaparannya, Nasrullah Yusuf menyampaikan persoalan, yang akan dihadapi mahasiswa di era disruption/inovasi di revolusi industri 4.0.

"Saat ini terjadi persaingan kerja yang sangat ketat. Terlebih di era disruption ini  karena tenaga manusia sudah banyak diganti dengan teknologi. Banyak inovasi teknologi baru, yang akan menggantikan seluruh sistem lama. Sebab era disruption ini, akan menggantikan teknologi lama dengan teknologi digital. Ini bisa menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih efisien," kata M. Nasrullah Yusuf.

Adapun perubahan itu terjadi seperti di bidang kerja, layanan jalan tol, perbankan, transaksi belanja, dan perubahan lainnya. Ia khawatir jika era disruction terjadi dan sumber daya manusia (SDM) tidak siap, maka akan tertinggal kualitas SDM. Selain itu, ada beberapa poin yang ia sampaikan. Diantaranya mahasiswa agar bisa memahami konsep manajemen kepemimpinan, gaya kepemimpinan, dan cara pendekatan kepemimpinan. 

"Kepemimpinan dan revolusi industri 4.0 ini bisa ditinjau dari definisi kepemimpinan dan manajemen, fungsi kepemimpinan dan manajemen, serta perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen. Serta gaya kepemimpinan otokratis, hubungan manusia, laissez faire, dan demokratis," ujar Nasrullah.

Poin selanjutnya, seorang pemimpin dilahirkan harus menghadapi berbagai bentuk. Punyai legitimasi, menghargai, memaksa, ahli, kekuatan referensi, karakteristik pribadi pemimpin, kualitas leadership, pemimpin sebagai influencer, dan pemimpin sebagai motivator.

Menurutnya banyak gaya kepemimpinan yang perlu dipelajari oleh mahasiswa. Seperti gaya kepemimpinan yang Otokratis Stail yakni tipe kepemimpinan otoriter. Dimana seorang pemimpin, mempunyai kekuasaan dalam mengambil keputusan. Apa yang disampaikan yang paling benar dan harus dilakukan. Tapi otoriter bukan berarti diktator.

"Partisipatif Stail disini bukan laissez faire. Dimana gaya kepemimpinan ini mengajak bawahan, untuk berpartisipasi menyampaikan pendapat tapi yang memutuskan tetap pimpinan. Karena leader bukan manajer, serta manajer bukan leader," ungkap dia.

Sementara demokratis stail merupakan gaya kebalikan dari otokrasi stail. Dimana kepemimpinan dilakukan secara musyawarah dan mufakat, serta ada lembaga legislatif dan organisasi. Demokrasi juga ada dalam perusahaan. Tapi di perusahaan biasanya berdasarkan saham atau kepemilikan saham yang mentukan suara atau kebijakan.

Untuk model Paternalistik Stail ini, mempunyai gaya kepemimpinan dengan sifat kebapakan. Dimana mereka menganggap bahwa, bawahan tidak bisa bersifat mandiri dan perlu dorongan dalam melakukan sesuatu. Pemimpin ini selalu melindungi bawahannya. Sebab memiliki sifat maha tahu yang besar, sehingga jarang memberikan kesempatan pada bawahan untuk mengambil keputusan. (FEBRI/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved