Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pementasan “Garuda Wisnu Kencana”, Anak Difabel Buktikan Karya dan Harapan di Panggung Teater
Lampungpro.co, 04-May-2026

Sandy 226

Share

Ketua Pelaksana kegiatan pementasan kabaret "Garuda Wisnu Kencana", Shiva Ramadhani | LAMPUNGPRO.CO

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Suasana haru dan penuh kekaguman menyelimuti panggung pementasan teater kabaret yang digelar Paguyuban Sahabat Difabel Lampung (Sadila). Lewat pertunjukan bertajuk “Garuda Wisnu Kencana”, anak-anak difabel tampil memukau, menghadirkan kisah sarat makna yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati para penonton.

Pementasan ini menjadi bagian dari agenda tahunan “Teater Kabaret Sahabat” yang kini memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, yang identik dengan semangat inklusi dan pemerataan kesempatan bagi seluruh anak bangsa.

Selama kurang lebih 90 menit, para penampil membawakan kisah kolosal yang diadaptasi dari legenda Nusantara. Cerita tersebut mengangkat tema tentang keserakahan dan keadilan bagaimana ambisi yang berlebihan pada akhirnya akan runtuh oleh kebenaran.

Dalam alur cerita, dikisahkan seorang permaisuri yang dikuasai ketamakan hingga menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan. Namun pada akhirnya, keadilan tetap menemukan jalannya. Pesan moral inilah yang menjadi benang merah dalam pertunjukan, disampaikan dengan penuh penghayatan oleh para pemeran.

Ketua Pelaksana kegiatan, Shiva Ramadhani, menjelaskan bahwa pemilihan tema Garuda Wisnu Kencana dilandasi keinginan untuk terus mengangkat cerita-cerita legendaris Indonesia ke panggung seni.

“Sebelumnya kami sudah mementaskan kisah Malin Kundang, Si Pahit Lidah, hingga Suruntul dan Buaya Perompak. Tahun ini kami ingin menghadirkan konsep yang lebih besar, seperti ‘menurunkan kayangan ke bumi’,” ujarnya saat ditemui usai pementasan, Minggu (3/5/2026).

Ia menuturkan, pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Melalui kisah yang dibawakan, anak-anak ingin mengajak penonton untuk memahami pentingnya integritas dan rasa cukup dalam kehidupan.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved