Jakarta (Lampungpro.co): Pemerintah memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika global, salah satunya melalui pengendalian nilai tukar rupiah yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Meski dunia dihadapkan pada tekanan eksternal seperti ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta kebijakan moneter ketat di negara-negara maju, nilai tukar rupiah dinilai masih berada dalam koridor aman dan mencerminkan fundamental ekonomi yang relatif kuat.
Stabilitas nilai tukar menjadi indikator penting dalam menjaga kepercayaan pasar dan pelaku usaha. Pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna memastikan volatilitas rupiah dapat dikelola secara terkendali. Upaya stabilisasi dilakukan tidak hanya melalui intervensi di pasar valuta asing, tetapi juga lewat penguatan cadangan devisa serta pengelolaan arus modal yang lebih adaptif terhadap dinamika global.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih solid. Pertumbuhan ekonomi berada pada tren stabil di kisaran 4,8–5 persen secara tahunan, dengan inflasi yang terkendali. Cadangan devisa pun menunjukkan kekuatan, didukung oleh neraca perdagangan yang positif.
“Fundamental kita kuat. Yang terjadi adalah sentimen yang harus diperkuat kepada pasar,” ujar Misbakhun.
Menurutnya, penguatan sentimen positif menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap rupiah. Pemerintah juga terus mendorong diversifikasi pasar ekspor serta penguatan industri dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal tertentu.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin anggaran dengan tetap mengedepankan belanja produktif. Fokus diarahkan pada program-program strategis yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kapasitas ekonomi nasional.
“Dengan pengelolaan fiskal yang prudent dan kredibel, stabilitas makroekonomi dapat terus dijaga tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Pemerintah menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari upaya menciptakan iklim ekonomi yang aman dan kondusif. Rupiah yang terkendali memberi kepastian bagi dunia usaha dalam menyusun perencanaan investasi dan produksi, sekaligus melindungi masyarakat dari lonjakan harga barang impor yang berpotensi memicu inflasi.
Ke depan, pemerintah akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko global dengan memperkuat sinergi kebijakan lintas sektor. Dengan langkah antisipatif dan komunikasi kebijakan yang jelas, pemerintah optimistis stabilitas nilai tukar dapat terus dijaga, sehingga perekonomian nasional tetap aman, resilien, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah tantangan global yang terus berkembang. (Krs)
Rilis: Ofan
Berikan Komentar
tugas negara bukan sekadar bangga disebut paling bahagia, tapi...
1193
233
26-Jan-2026
461
25-Jan-2026
478
25-Jan-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia