Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Sempak Sobek, Sampai Tak Kebeli
Lampungpro.co, 21-Oct-2026

Sandy 233

Share

Ilustrasi AI : Mengenai Harga Kebutuhan Pokok yang terus naik

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Ada kalanya keresahan ekonomi tidak disampaikan melalui angka statistik, grafik inflasi, atau pidato panjang tentang daya beli masyarakat. Cukup lewat sebuah status media sosial, disertai kelakar sederhana yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Rabu pagi (21/10/2026), seorang teman mengunggah status yang menyinggung harga beras yang disebutnya menembus Rp16 ribu per kilogram. Unggahan itu kemudian berlanjut menjadi obrolan ringan, tetapi menyimpan kegelisahan tentang semakin banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi dengan kemampuan keuangan yang terbatas.

Dari harga beras, pikirannya melayang pada kebutuhan lain. Jika bahan pangan yang menjadi kebutuhan pokok saja terasa semakin mahal, bagaimana dengan pengeluaran rumah tangga lainnya? Mulai dari membeli lauk-pauk, membayar listrik, memenuhi kebutuhan anak, hingga mengganti barang pribadi yang sudah tidak layak digunakan.

Dalam status tersebut, ia melontarkan sebuah kalimat yang terdengar lucu sekaligus menyentil keadaan.

“Sekarang ini mau beli sempak aja harus mikir ratusan kali. Semuanya pada naek harga,” tulisnya.

Kalimat itu mungkin hanya sebuah kelakar di media sosial. Namun, di balik pilihan kata yang sederhana dan mengundang senyum tersebut, terselip gambaran tentang bagaimana tekanan biaya hidup bisa terasa sampai ke kebutuhan yang paling pribadi sekalipun.

Sebab, bagi sebagian orang, membeli pakaian dalam mungkin bukan perkara besar. Barang itu tidak semahal telepon genggam, kendaraan, atau perabot rumah tangga. Akan tetapi, ketika pengeluaran harus benar-benar diatur, kebutuhan sekecil apa pun tetap masuk hitungan.

Apalagi jika kondisi keuangan sedang tidak longgar. Barang yang sudah menipis, berlubang, atau sobek mungkin belum tentu langsung diganti. Bukan karena tidak tahu barang tersebut sudah waktunya dibeli baru, melainkan karena ada kebutuhan lain yang dianggap lebih mendesak.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved