Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Sempak Sobek, Sampai Tak Kebeli
Lampungpro.co, 21-Oct-2026

Sandy 290

Share

Ilustrasi AI : Mengenai Harga Kebutuhan Pokok yang terus naik

Beras harus tersedia. Dapur harus tetap mengepul. Uang belanja perlu dibagi agar cukup sampai akhir pekan atau menjelang hari gajian berikutnya. Di tengah berbagai kebutuhan tersebut, membeli barang pribadi pun bisa berubah menjadi pertimbangan panjang.

Ungkapan “sempak sobek, sampai tak kebeli” memang terdengar jenaka. Namun, kelakar seperti ini kerap menjadi cara masyarakat menyampaikan keresahan tanpa harus mengatakannya secara gamblang.

Tidak semua orang nyaman bercerita tentang kondisi keuangan keluarganya. Ada yang memilih diam, ada pula yang menyampaikannya melalui candaan. Dengan begitu, keluhan tentang mahalnya kebutuhan hidup dapat muncul dalam bentuk yang lebih santai, meski persoalan yang dibicarakan sesungguhnya tidak sederhana.

Di ruang media sosial, kalimat semacam itu juga mudah dipahami karena berangkat dari pengalaman yang akrab. Hampir setiap rumah tangga memiliki daftar kebutuhan yang harus dipenuhi, sementara kemampuan belanja setiap orang berbeda-beda.

Ketika pengeluaran bertambah, masyarakat biasanya mulai memilah mana yang harus dibeli sekarang dan mana yang masih bisa ditunda. Kebutuhan yang sebelumnya dianggap biasa pun bisa masuk daftar tunggu.

Bukan hanya soal membeli barang baru, tetapi juga tentang bagaimana mempertahankan pengeluaran agar tidak melampaui pemasukan. Ada yang mengurangi jajan, memilih merek yang lebih murah, menunda membeli pakaian, atau lebih cermat menghitung belanja dapur.

Dalam situasi seperti itu, persoalan ekonomi tidak selalu hadir dalam bentuk keputusan besar. Terkadang, tekanan justru terasa melalui pilihan-pilihan kecil yang harus dibuat berulang kali setiap hari. (***)

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved