Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Sepuluh Tahun Berdiri, LSM ICAN Raih Penghargaan Nobel 2017
Lampungpro.co, 11-Dec-2017

Lukman Hakim 1603

Share

Lampungpro.com, Portal berita Lampung, Portal Berita Online Lampung, Situs Berita Online Lampung, Berita Online Lampung Terdepan, Berita Online Lampung Terkini, Situs Berita Pembangunan Lampung, Situs Berita Pariwisata Lampung, Situs Berita Pendidikan Lampung, Portal Berita Politik Lampung, Portal Berita Nasional Lampung, Portal Berita Olahraga Lampung, Portal Berita Lampung Terkini, Berita Bisnis Lampung Terdepan, Berita Politik Lampung Terkini

JAKARTA (Lampungpro.com): Satu dekade lalu, International Campaign to Abolish Nuclear Weapon (ICAN) berdiri di Melbourne, Australia, muncul sebagai gerakan untuk menentang penggunaan senjata nuklir di dunia. Di pengujung 2017, LSM perdamaian itu menerima penghargaan atas kerja keras mereka.

Komite Nobel yang berpusat di Norwegia menyerahkan penghargaan kepada ICAN sebagai pemenang Nobel Perdamaian 2017 pada Ahad (10/12/2017). ICAN dianggap pantas menerima penghargaan tertinggi untuk upaya perdamaian dunia ini karena kerja kerasnya dalam menghimpun kepedulian terhadap dampak bencana kemanusiaan yang ditimbulkan oleh senjata nuklir. Selain itu, adanya upaya luar biasa untuk mewujudkan perjanjian pembatasan senjata nuklir internasional.

Dalam pernyataan sebelum menerima penghargaan, pendiri ICAN Dimity Hawkins mengatakan senjata nuklir adalah akar dari seluruh masalah keamanan di dunia. Saat membentuk gerakan ini pada 2007, kami melihat kemunduran dalam diplomasi perlucutan senjata nuklir dan kami tergerak untuk menarik perhatian sebanyak mungkin orang, kata Hawkins. 

ICAN beranggotakan 468 kelompok LSM di 100 negara yang bergerak untuk mendorong negara-negara yang menjadi anggota PBB untuk menanda-tangani Perjanjian PBB untuk Pembatasan Senjata Nuklir yang diadopsi oleh 122 negara pada Juli tahun ini. LSM ini kini bermarkas di Jenewa, Swiss.

Dalam penyerahan penghargaan di Oslo, Norwegia, hadir salah seorang anggota ICAN, Setsuko Thurlow, yang merupakan penyintas bom atom Hiroshima, 73 tahun lampau. Ketika bom atom meluluhlantakkan kotanya, Thurlow yang kini tinggal di Kanadabaru berusia 13 tahun. Tidak ada pilihan untuk senjata nuklir; akhiri senjata nuklir atau kehidupan ini yang akan berakhir, kata Thurlow.

Dalam upacara penyerahan penghargaan, dilansir Garda Nasional (Grup Lampungpro.com), ICAN juga mendesak sejumlah negara pemilik senjata nuklir untuk segera menandatangani Perjanjian Perlucutan Senjata Nuklir.  Di antara sejumlah negara pemilik senjata nuklir di dunia, Prancis, China, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel belum menandatangani perjanjian. (**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16287


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved