Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Sering Mengeluh Pusing, Pria Warga Makarti Tama Tulangbawang ini Pilih Gantung Diri
Lampungpro.co, 28-Jan-2021

Amiruddin Sormin 1124

Share

Petugas saat memeriksa kondisi korban usai ditemukan gantung diri, Rabu (28/1/2021) malam. LAMPUNGPRO.CO/POLRES TULANGBAWANG

TULANGBAWANG (Lampungpro.co): Polsek Penawartama, Tulangbawang, melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara penemuan sesosok korban berjenis kelamin laki-laki meninggal dunia tergantung di pohon cokelat, Rabu (27/01/2021) pukul 20.39 WIB, di belakang rumahnya, Kampung Makarti Tama.


"Korban diketahui bernama Sukardi (50), berprofesi tani, warga Kampung Makarti Tama, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang," ujar Kapolsek Penawartama AKP Heru Prasongko, mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro, Kamis (28/01/2021).

Kapolsek menjelaskan, menurut keterangan saksi Poniyem (43), istri korban, pada Rabu (27/01/2021), pukul 03.00 WIB, korban pergi dari rumah tanpa sepengetahuannya. Istri korban baru bagun pukul 04.00 WIB dan melihat korbantidak ada lagi di kamar serta posisi pintu dapur terbuka.

Istrinya menunggu sampai siang dan korban tidak kunjung pulang, sehingga pukul 14.00 WIB, istrinya melapor kepada Hermanto (31) Ketua Rukun Kampung, lalu bersama warga melacak korban. Namun hingga sore korban belum ditemukan.

Selesai magrib warga kembali mencari korban. Lalu, pukul 20.39 WIB, Dedek Sulaiman (37), berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung di pohon cokelat di belakang rumah korban. "Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan penyebab korban meninggal karena karena bunuh diri," jelas AKP Heru.

Hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan para saksi, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena korban sering mengeluh sakit kepala (mengalami sakit vertigo) dan korban diketahui sering menyendiri. Pihak keluarga korban membuat surat pernyataan kepada petugas untuk tidak dilakukan otopsi dan menerima peristiwa ini sebagai musibah. (ROSARIO/PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16318


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved