Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Sering Sakit atau Nyeri Kepala, ini Jawaban Dokter RSUDAM Zam Zanariah
Lampungpro.co, 22-May-2018

Heflan Rekanza 3170

Share

#portalberitalampung #webberitalampung #portalberitanasional #beritalampungterkini #beritakulinerlampung #beritawisatalampung #portalberitawisata #portalberitawisatanasional #portalberitaasiangames #portalberitapendidikan #beritaolahragalampung #beritaolahraganasional #lampungproberitalampung #lampungprodotcom #beritapolitiklampung #webberitadaerah #webberitanasional

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com) : Secara umum sakit kepala bisa dikelompokkan berdasarkan penyebabnya, yaitu sakit kepala yang tidak terkait dengan penyakit lain atau disebut dengan sakit kepala primer, dan sakit kepala yang diakibatkan oleh penyakit lain atau disebut juga sakit kepala sekunder.

Dokter spesialis saraf Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung, dr. Zam Zanariah, Sp.S., M.Kes mengatakan, sakit kepala primer terdiri dari beberapa tipe yaitu migrain, sakit kepala tegang (tension type headache), sakit kepala cluster, dan sakit kepala hemikranial paroksisimal. Sedangkan, sakit kepala sekunder bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya :

1. Sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi infeksi seperti meningitis. Infeksi juga dapat berasal dari bagian tubuh lain selain kepala, seperti yang terjadi pada kasus sinusitis, flu, infeksi telinga, serta infeksi pada gigi.

2. Trauma. Misalnya akibat terbentur atau setelah mengalami kecelakaan.

3. Adanya perdarahan atau sumbatan pembuluh darah di dalam otak (stroke)

4. Kanker otak/tumor otak

5. Sakit kepala rebound. Sakit kepala ini disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi obat pereda sakit

6. Sakit kepala karena panas badan, kelainan mata, gigi, telinga

Menurutnya, ada beberapa cara untuk membedakan, bahwa yang di keluhkan adalah sakit kepala primer atau sekunder. Beberapa tanda bahaya dari sakit kepala tersebut yaitu, sakit kepala mendadak hebat dan belum pernah dirasakan sebelumnya. Sakit kepala pada usia lebih dari 50 tahun.

"Ada juga sakit kepala yang diikuti kejang, mulut mencong, lumpuh, tidak bisa melihat, tidak bisa bicara, semutan, muntah, tidak sadar dan lain-lain. Sakit kepala dengan panas badan. Kemudian, sakit kepala dengan kelainan gigi, telinga, hidung, mata," ujar dokter Zam.

Ia menjelaskan, sakit kepala primer atau sakit kepala yang sering disebabkan oleh gangguan pada struktur di kepala yang sensitif terhadap rasa sakit, dan bukan merupakan gejala akibat penyakit lain. Menurutnya, ada beberapa faktor yang berperan dalam sakit kepala primer, di antaranya adalah gangguan pada otot leher dan kepala, aktivitas kimia di otak, pembuluh darah atau saraf.

"Pada sebagian orang, sakit kepala primer merupakan kondisi yang turun-temurun di keluarganya. Ada beberapa tipe sakit kepala primer yang paling sering terjadi, seperti migrain, sakit kepala cluster, dan sakit kepala tegang," jelas dokter Zam.

Berikut beberapa penjelasan mengenai tipe sakit kepala primer yang sering terjadi :

1. Migrain
Migrain lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan sakit kepala tegang. Orang yang mengalami migrain akan merasakan salah satu sisi atau kedua sisi kepala seakan-akan berdenyut. Sakit kepala ini bisa terus berulang dan membuat rutinitas keseharian terganggu.

Migrain bisa diatasi dengan obat yang dijual bebas, namun jika migrain yang dialami parah, segera temui dokter untuk mendapatkan obat resep yang lebih kuat dan mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

2. Sakit kepala cluster. 
Serangan sakit kepala ini bisa terjadi selama satu atau dua bulan dalam setahun. Pasien sakit kepala cluster merasakan sakit yang luar biasa dan menyebar ke sekitar salah satu mata.

Gejala sakit kepala cluster tidak bisa diredakan oleh obat-obat bebas, tapi Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk meredakan rasa sakit melalui perawatan yang lebih spesifik seperti sumatriptan and lithium.

3. Sakit kepala tegang (tension type headache)
Sakit kepala tegang ini adalah tipe sakit kepala yang paling sering terjadi. Biasanya, orang yang mengalami sakit kepala tipe ini akan merasakan seakan ada pita karet yang melilit di sekeliling kepala dan kepala terasa ditekan terus-menerus.

Beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya adalah depresi, kurang tidur, kebanyakan tidur,  stres, capek,  dehidrasi, posisi tubuh dan leher yang monoton,  melewatkan waktu makan, dan terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.(PRO4)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved