BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Maraknya kasus suap proyek sehingga menyebabkan tiga kepala daerah di Lampung terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat beragam pihak merespon. Salah satunya ialah Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Lampung. "Belum untung sudah dipatok untuk bayar," ujar Wakil Ketua LPJK Lampung Napoli Situmorang, Selasa (12/2/2019) siang.
Napoli mengungkapkan dalam acara bertajuk 'Tiga Bupati di Lampung Kena OTT KPK, Apa Sikap Kita?' yang diselenggarakan oleh Kadin, Hipmi, dan LPJK Lampung di Hotel Emersia. Napoli mempertanyakan apakah sistem akan kembali seperti pedagang ayam. "Masa harus seperti pedangan ayam?," tanya dia.
Ia mengatakan, UU Nomor 18 menyebut jasa konstruksi yang telah naik menjadi industri menjadi home industri. Ia pun bingung jika tetap ada setoran awal proyek, maka kontraktor harus kemana. "Sangat miris melihat kondisi saat ini," kata dia.
Ia ingin tidak ada sistem setor menyetor. Wakil Ketua LPJK Lampung ini juga berharap pertemuan bisa merumuskan langkah kedepan. "Ini agar tidak ada lagi kasus korupsi, khususnya di Lampung," kata dia. (RISKI/PRO3)
Berikan Komentar
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
3442
402
02-May-2026
459
02-May-2026
417
02-May-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia