Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Tim ENP Thailand Tinjau Pembangunan Way Kambas, Dorong Konservasi Gajah dan Pariwisata Ditingkatkan
Lampungpro.co, 16-Aug-2026

Febri 253

Share

Tim Internasional Saat Tinjau TNWK Lampung Timur | Ist/Lampungpro.co

SUKADANA (Lampungpro.co): Percepatan pembangunan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, menjadi perhatian Tim Elephant Nature Park (ENP) Thailand dan Tim Wilderness, setelah keduanya meninjau langsung perkembangan pembangunan pada Sabtu (15/8/2026).

Peninjauan dilakukan bersama Kapoksahli Pangdam XXI Radin Inten Brigjen TNI Sriyanto, yang juga menjabat Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK.

Kegiatan ini, menjadi bagian dari koordinasi untuk memastikan pembangunan sarana dan prasarana di TNWK berjalan sesuai rencana. Kondisi di lapangan, juga menjadi bahan evaluasi untuk melihat kebutuhan, serta potensi kendala dalam proses pembangunan.

Tim ENP Thailand yang ikut dalam peninjauan yakni Ahmad Munawir, Saengduean Chailert, Warattada Pattarodom, Jason Aaron Jackson, Thipsuda Masith, dan Amnat Arthan.

Sementara Tim Wilderness terdiri atas Presiden Direktur PT Living Landscapes Indonesia Keren Brooks, Madina Firdaus, Nick Stone, Ingrid, dan Robert.

Sriyanto mengatakan, peninjauan lapangan diperlukan untuk memastikan progres pembangunan tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.

Menurutnya, koordinasi secara berkelanjutan dibutuhkan agar setiap kendala yang muncul, dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

"Monitoring dan koordinasi secara berkelanjutan antara pihak-pihak terkait diperlukan, khususnya dalam mengantisipasi adanya hambatan yang dapat memperlambat progres pekerjaan," kata Sriyanto.

Percepatan pembangunan tidak boleh mengesampingkan fungsi utama TNWK sebagai kawasan konservasi. Aspek keamanan, kelestarian lingkungan, ekosistem, serta kondisi masyarakat sekitar harus tetap menjadi pertimbangan.

"Percepatan pembangunan di kawasan TNWK perlu tetap dilaksanakan, dengan memperhatikan aspek pengamanan, kelestarian lingkungan dan ekosistem kawasan konservasi serta kondisi sosial masyarakat sekitar," ujar Sriyanto.

Sriyanto menyebut, hasil peninjauan akan menjadi bahan evaluasi untuk mendukung pencapaian target pembangunan. Monitoring terhadap perkembangan pekerjaan juga akan terus dilakukan.

Dukungan terhadap penguatan konservasi Way Kambas, disampaikan Anshori Djausal, tokoh asal Lampung yang dikenal sebagai penggiat pariwisata, budayawan, akademisi, sekaligus Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Lampung.

Anshori menilai, upaya konservasi di Way Kambas memiliki arti penting, terlebih jika kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai percontohan pengelolaan dan pelestarian satwa.

Ansori berharap, penguatan konservasi dapat memastikan gajah Sumatera tetap terus lestari, dan konflik dengan masyarakat dapat semakin ditekan.

Selain konservasi, Anshori berharap keberadaan TNWK juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa penyangga melalui pengembangan sektor pariwisata.

Sebab Ansori menilai, onservasi dan pariwisata dapat dikembangkan secara beriringan, sehingga pelestarian satwa tidak terlepas dari kepentingan masyarakat sekitar.

Way Kambas yang sekarang telah menjadi Kawasan konservasi yang penting dengan Pusat Konservasi Badak, Konservasi Gajah pertama di Indonesia tidak lepas dari keberhasilan merubah kawasan bekas HPH menjadi kawasan konservasi sebagai Taman Nasional awal 80 an. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

16739


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved