BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Komisi XII DPR RI mengapresiasi keandalan sistem kelistrikan di Lampung, dalam rangkaian Kunjungan Kerja Reses Masa Sidang I Tahun Sidang Tahun 2026–2027.
Apresiasi tersebut, disampaikan setelah Komisi XII DPR RI meninjau kondisi sektor energi, sekaligus mengevaluasi pelayanan energi kepada masyarakat di Lampung.
Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan pelayanan dan penyaluran BBM di salah satu SPBU di Bandar Lampung. Agenda kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, yang membahas berbagai isu strategis sektor energi di daerah.
Rapat kerja dipimpin Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, bersama anggota Komisi XII DPR RI. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Kementerian ESDM RI, BPH Migas, PT Pertamina Patra Niaga, PT PLN (Persero), PT PLN Nusantara Power, PT Bukit Asam Tbk, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, dan Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar.
Pembahasan mencakup ketersediaan dan distribusi BBM, pengawasan penyaluran BBM bersubsidi, keandalan sistem ketenagalistrikan, kesiapan pasokan energi primer, hingga pengembangan energi baru terbarukan.
Komisi XII DPR RI juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah, regulator, dan badan usaha, untuk memastikan pelayanan energi kepada masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan energi.
Pada sektor ketenagalistrikan, Putri Zulkifli Hasan mengapresiasi upaya PLN UID Lampung, dalam menjaga kecukupan pasokan dan keandalan pelayanan listrik di Lampung.
"Laporan PLN UID Lampung sangat baik, baik dari sisi pasokan maupun keandalan listrik, di mana pasokannya aman dan tingkat keandalannya juga terjaga, artinya pemadaman dapat diminimalkan sehingga pelayanan kelistrikan kepada masyarakat tetap terjamin. Dari laporan yang kami terima dan pelaksanaan yang kami lihat, sejauh ini sudah berjalan dengan baik," kata Putri Zulkifli Hasan.
Berdasarkan data PLN UID Lampung hingga Agustus 2026, daya mampu sistem kelistrikan Lampung mencapai 1.836,9 megawatt (MW) dengan beban puncak tertinggi sebesar 1.532,12 MW. Kondisi tersebut, memberikan reserve margin sebesar 304,7 MW sebagai salah satu indikator kesiapan sistem dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Komisi XII DPR RI juga menyoroti pentingnya menjaga ketahanan energi melalui kepastian pasokan energi primer, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya energi. Di sisi lain, pengembangan energi bersih menjadi perhatian sejalan dengan agenda transisi energi nasional.
Lampung memiliki potensi energi baru terbarukan yang cukup besar. Hingga Agustus 2026, EBT mengambil porsi sekitar 49 persen dari komposisi pembangkit di Lampung, seperti yang bersumber dari panas bumi, tenaga air, biogas, dan mikrohidro.
"Kami tetap menekankan, transisi energi menuju energi bersih harus terus dijalankan secara serius. Lampung memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, termasuk PLTS dan sumber energi bersih lainnya, yang mudah-mudahan ke depan keandalan pasokan energi tetap terjaga, dan transisi energi dapat terus berjalan dengan baik," ujar Putri.
Sementara itu, General Manajer PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi atas kunjungan dan perhatian Komisi XII DPR RI, terhadap penguatan sektor ketenagalistrikan di Lampung. Menurutnya, keandalan sistem menjadi modal penting untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kecukupan daya yang tersedia ini, menjadi modal penting bagi PLN untuk menjaga keandalan, sekaligus memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat. Keandalan listrik merupakan fondasi bagi pelayanan publik, investasi, aktivitas masyarakat, serta pertumbuhan sektor-sektor produktif di Lampung," ungkap Noer Soeratmoko.
Menurut Noer, menjaga keandalan sistem kelistrikan dan mendukung transisi energi menjadi bagian dari komitmen PLN, untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.
PLN siap terus bersinergi dengan DPR RI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keandalan kelistrikan, sekaligus mendorong pemanfaatan energi bersih dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Lampung yang berkelanjutan. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Berita baru lima menit, opini sudah lima kilometer.
3631
284
12-Oct-2026
1519
10-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia