Ia juga menyinggung program kerja sama antar perguruan tinggi di Lampung yang pernah dijalankan dengan dorongan dan dukungan dari pemerintah Provinsi Lampung, termasuk dalam kegiatan KKN yang melibatkan Unila, UIN Raden Intan Lampung, dan Itera.
Ke depan, kerja sama juga dapat dikembangkan dalam pengelolaan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah yang dapat diolah menjadi pupuk dan memiliki nilai ekonomi.
“Mulai hari ini kita bisa mulai bergerak, apa yang kita kerjasamakan antara Unila dan UIN bisa kita mulai dari pengelolaan sampah, yang hasilnya bisa menjadi pupuk dan memiliki nilai,” ujarnya.
Wakil Rektor II Unila Dr. Habibullah Jimad menambahkan bahwa rendahnya angka partisipasi pendidikan di Lampung masih menjadi pekerjaan rumah bagi perguruan tinggi di daerah ini.
Menurutnya, hal tersebut menjadi tantangan bersama yang perlu dijawab melalui kolaborasi antar perguruan tinggi, termasuk dalam bidang penelitian dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Sementara itu, Wakil Rektor IV Unila Prof. Ayi Ahadiat menyoroti potensi sinergi internasional antara kedua kampus, salah satunya melalui mahasiswa asing yang belajar di UIN Raden Intan Lampung, khususnya dari Thailand Selatan.
Ia mengusulkan agar mahasiswa tersebut dapat mengikuti perkuliahan selama satu semester di Unila sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi.
Berikan Komentar
Masih ada yang berdesakan di angkot yang jumlahnya makin...
2560
Kominfo LamSel
691
Lampung Timur
785
184
27-Apr-2026
320
27-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia