Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Transportasi Massal Bandar Lampung: Masih Jadi Kebutuhan, Belum Jadi Kebijakan
Lampungpro.co, 23-Apr-2026

Admin 283

Share

Pimpinan Media Muhammad Asyihin. Lampungpro.co/doc

Dulu, sekitar tahun 1999, hidup terasa sederhana atau mungkin lebih tepatnya, dipaksa sederhana. Penulis yang baru saja naik ke bangku kelas satu di MAN 2 Tanjung Karang mulai belajar bukan hanya soal pelajaran sekolah, tapi juga tentang “ilmu bertahan hidup” di atas angkot.

‎Setiap pukul 05.00 pagi, ketika sebagian orang masih terlelap atau baru saja mematikan alarm, penulis sudah siap dengan seragam rapi, berdiri di pinggir jalan, menunggu kendaraan yang lebih mirip “angkutan logistik manusia” daripada transportasi umum. Kendaraan tua yang kalau tidak salah berjenis Chevrolet datang membawa ibu-ibu pedagang dengan bakul dan harapan dagangan laris hari itu.

Di situlah penulis belajar satu hal penting: kalau tidak kebagian tempat duduk, pintu mobil pun jadi. Bergelantungan dari Teluk hingga Pasir Gintung bukan sekadar perjalanan, tapi semacam latihan mental dan mungkin juga latihan kekuatan tangan yang tidak pernah masuk kurikulum.

Perjalanan belum selesai. Dari Pasir Gintung atau Pasar Bambu Kuning, penulis harus berburu angkot berikutnya menuju Pahoman. Lagi-lagi, pilihan klasik: menunggu tanpa kepastian atau naik dengan gaya “spiderman kampung” bergantung di pintu.

Tiga tahun berlalu seperti itu. Tidak ada keluhan, mungkin karena saat itu belum kenal kata “opsi”. Semua dijalani karena memang hanya itu yang tersedia.

Lalu sekarang, mari kita lompat 27 tahun ke depan.

Bandar Lampung sudah sering disebut kota metropolitan. Kata “metropolitan” sendiri terdengar megah, seolah-olah transportasi publiknya sudah seperti di Jakarta dengan TransJakarta atau bahkan mendekati Seoul yang transportasinya bisa bikin orang lupa punya kendaraan pribadi.

Tapi kenyataannya?

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved