Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Unik, Penyandang Disabilitas Sediakan Ojek Roda Tiga untuk Atlet Asian Para Games
Lampungpro.co, 01-Oct-2018

Heflan Rekanza 866

Share

JAKARTA (Lampungpro.com) : Pernah melihat motor roda tiga berlalu-lalang di Jakarta? Sebagian dari Anda mungkin pernah melihat penyandang disabilitas pengguna kursi roda (wheelchair) menggunakan kendaraan itu sebagai alat transportasi pribadi.
 
Nah, bagaimana sesama pengguna kursi roda, menjadi pengantar pengguna kursi roda lainnya? Kemandirian itu bakal tersaji selama Asian Para Games 2018 di Jakarta berlangsung pada 6-13 Oktober mendatang. Ya, 'ojek' motor roda tiga itu bakal menunjukkan rupanya di pintu masuk kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan.
 
Motor-motor itu merupakan milik para anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), termasuk milik Erwin. Ia merupakan penyandang paraplegia, yang di Asian Para Games nanti menjadi sopir motor roda tiga untuk menjemput dan mengantar penonton pengguna kursi roda dari pintu masuk menuju venue-venue pertandingan.
 
"Saya cari sampingan jemput penonton di pintu masuk trotoar Senayan ke semua venue GBK. Nanti ada 50 motor, dari Jakarta dan dari Yogyakarta. Yang pasti saya senang bisa berikan kontribusi langsung dan tentu kegiatan ini bisa menambah pemasukan kami," kata Erwin.
 
Salah satu perwakilan dari PPDI Jakarta, Aulia Amin, telah lebih dulu memamerkan koleksi motor roda tiga milik para anggota PPDI di Ibu Kota. Ditemui di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Juli lalu, saat itu Amin mengusulkan opsi bantuan mobilisasi menggunakan motor roda tiga kepada Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC).
 
Pasalnya, sebagai pengguna kursi roda, ia sendiri merasa akan repot ketika harus melipat kursi roda untuk berpindah tempat. Sementara dengan motor kursi roda, pengguna nantinya tinggal masuk ke area angkut dan duduk manis sambil diantar ke tempat yang dituju. "Ini kesempatan, momen langka bagaimana penyandang disabilitas tak hanya atlet, bisa merasa keberadaannya diakui oleh negara. Ada implementasi undang-undang disabliitas yakni partisipasi aktif," terang Amin.
 
Motor roda tiga sendiri, lanjut Amin, mulai marak keberadaannya sejak 2008. Kini, jelang multievent terbesar se-Asia bagi atlet disabilitas dihelat di Jakarta, Amin sebagai bagian dari tuan rumah berharap kontribusi PPDI dengan motor roda tiganya bisa membuat para difabel, baik atlet maupun masyarakat; dari Tanah Air maupun negara peserta Asia lainnya, dapat menikmati 'pesta' mereka.
 
"Kami siap memastikan ada sense dari kami, yang tidak terpikirkan oleh bukan disabilitas. Kami tak ingin hanya peramai, kami ingin berperan aktif. Jadi, kami ingin buktikan bukan hanya penerima manfaat, tapi diakui kemampuannya," tegas Amin.(**/PRO4)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
BOSDA SMP Negeri Masih Diet, Anggaran SMA...

BOSDA SMP Negeri sendiri, menurut berbagai hitung-hitungan yang disampaikan...

808


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved