Pada 13 Juli 2024, kegiatan pertama berupa pelatihan pembuatan pupuk organik dari feses sapi telah dilaksanakan. Sistem yang dikembangkan mempermudah penyemprotan mikroorganisme lokal (MOL) ke kotoran sapi serta memantau suhu pupuk agar prosesnya lebih efisien.
Kegiatan berikutnya adalah pemasangan alat penyemprot MOL dan alat monitoring suhu pupuk, yang direncanakan pada akhir September 2024. Pelatihan dan pendampingan terkait penggunaan dan perawatan alat serta aplikasi tersebut juga akan diberikan.
"Terima kasih kepada Kemendikbud Ristek RI atas pendanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kami juga berterima kasih kepada Rektor UTI Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA., dan Tim LPPM UTI atas dukungannya," ujar Styawati, dalam rilisnya Jumat (9/8/2024).
Pemilik PT Sanjaya Farm, Ficky, juga mengucapkan terima kasih kepada Tim UTI atas pelatihan dan aplikasi yang sangat membantu dalam mengelola pupuk dari feses sapi hingga layak dijual.
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
15109
Advetorial
670
Kominfo Lampung
1051
Kominfo Lampung
1060
Kominfo LamSel
1128
Kominfo LamSel
1078
10106
28-Mar-2026
670
22-Mar-2026
1051
21-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia