Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Wakil Menteri Koperasi Dorong Koperasi di Lampung Timur Segera Masuk ke Sektor Industri
Lampungpro.co, 07-May-2026

Febri 296

Share

Wakil Menteri Koperasi Saat Kunjungi Koperasi di Lampung Timur | Lampungpro.co

SUKADANA (Lampungpro.co): Pemerintah pusat terus memperkuat peran koperasi, sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan, melalui transformasi digital dan kemudahan akses pembiayaan.

Langkah ini ditegaskan dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, ke Koperasi Agro Mulyo Lestari di Desa Giri Mulyo, Lampung Timur, Senin (4/5/2026).

Kunjungan tersebut, bertujuan untuk memastikan koperasi mampu mengelola komoditas unggulan daerah secara profesional agar berdaya saing di pasar global.

"Ini bukan hanya kunjungan formal, karena kami hadir untuk memastikan koperasi benar-benar tumbuh, mandiri, dan mampu bersaing. Koperasi harus masuk ke sektor produksi, distribusi, bahkan industri," kata Farida Farichah saat meninjau langsung potensi lokal di Lampung Timur.

Menurutnya, koperasi harus mampu mengelola potensi besar seperti kakao dan alpukat agar dapat menembus pasar nasional hingga internasional.

Koperasi Agro Mulyo Lestari yang berdiri sejak tahun 2021 sendiri, menjadi wadah bagi 90 petani di Kecamatan Marga Sekampung, untuk mengembangkan usaha agribisnis.

Fokus utama koperasi ini, pengembangan Alpukat Siger, varietas lokal yang memiliki daya tarik tinggi, karena bentuknya yang menarik dan bobot buah yang lebih berat. Selain memiliki rasa yang lebih pulen dan kulit buah mengkilap, pohon Alpukat Siger juga tergolong produktif dengan masa berbuah singkat, yakni antara dua hingga tiga tahun setelah tanam.

Saat ini, koperasi mengelola lahan perkebunan seluas 360 hektare dengan perkiraan panen raya pada bulan Maret dan September. Dari luasan tersebut, koperasi diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 200 ton buah alpukat.

Pemasaran produk ini telah merambah wilayah Jabodetabek, Jawa, hingga Sumatera, serta berhasil menembus jaringan ritel modern besar seperti Superindo.

Meskipun memiliki potensi besar, tantangan seperti akses permodalan, jangkauan pasar, dan kualitas sumber daya manusia masih menjadi hambatan utama bagi pengelola koperasi.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM menyediakan skema pembiayaan khusus.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah mengungkapkan, pihaknya turut menyambut baik dukungan tersebut, dan menekankan pentingnya pengelolaan yang terintegrasi.

"Potensi kami besar, mulai dari kakao hingga alpukat. Tinggal bagaimana caranya mengelola ini secara profesional dan terintegrasi," ungkap Ella Siti Nuryamah.

Ella menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam hal pendampingan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di desa.

Selain penguatan modal, Kementerian Koperasi dan UKM tengah membangun ekosistem digital melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Program ini, diharapkan mempercepat transformasi koperasi di Lampung Timur, agar bisa menjadi entitas yang modern dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Dalam operasionalnya, Koperasi Agro Mulyo Lestari masih menghadapi beberapa kendala teknis, mulai dari proteksi hama penyakit, kebutuhan air penyiraman saat musim kemarau, hingga masalah keamanan.

Ketua Koperasi, Suparno, berharap adanya pendampingan dari penyuluh atau tim profesional untuk pengendalian hama yang menyerang pohon dan buah alpukat. Selain itu, koperasi memerlukan bantuan armada kendaraan untuk pengiriman buah serta jaringan pemasaran yang lebih luas. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Menuju Kota Metropolitan, Bandar Lampung Dinilai Masih...

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

5896


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved