BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Sejumlah warga Lampung mengapresiasi dan berharap Film Gerakan 30 September PKI (G-30-S/PKI) kembali disajikan kepada masyarakat di tingkat kampung atau desa.
Hal itu, agar masyarakat, terutama kaum muda, bisa mengetahui sejarah mengapa Partai Komunis Indonesia (PKI) dilarang di Indonesia. Banyak kaum muda memakai simbol-simbol PKI, baik kaos maupun topi. Memang untuk gaya-gayaan. Karena anak muda itu nggak tahu kalau PKI pernah membuat sejarah kelam di Indonesia, kata Rudi (45), warga Bandar Lampung, Jumat (22/9/2017).
Seingat Rudi, Film G-30-S/PKI tidak lagi pernah disiarkan di televisi atau pun bioskop sejak Zaman Reformasi. Jika banyak kaum muda yang lahir setelah Reformasi, saat ini, mereka berusia sekitar 17-19 tahun. Mungkin mereka tidak tahu dengan film itu. Tidak tahu sejarah Pahlawan Revolusi. Saya sangat setuju saat ini Film G-30-S/PKI kembali diputar, agar menumbuhkan rasa nasionalisme dan mencintai Pancasila sebagai dasar negara kita, kata pegawai swasta itu.
Sementara, Supri (43), warga Lampung Selatan, juga menyetujui kalau film tewasnya tujuh Pahlawan Revolusi itu diputar kembali. Kalau bisa setiap tahun diputar, jangan sampai berhenti. Hal itu sangat penting untuk menumbuhkan cinta Tanah Air dan Bangsa, dan mengetahui kekejaman PKI, kata dia.
Sebelumnya, nonton bareng (nobar) pemutaran Film G30-S/PKI yang digelar di Kodim 0411/LT, Rabu (20/9/2017) malam, disaksikan 300 penonton dari kalangan TNI, PNS, dan tokoh masyarakat. Dandim 0411 Letkol Inf. Jajang Kurniawan mengatakan nobar dilaksanakan bertujuan untuk mengingatkan kepada prajurit TNI dan PNS serta semua lapisan masyarakat akan sejarah Bangsa Indonesia.
Di mana, pernah terjadi pemberontakan terhadap bangsa Indonesia yang dilakukan oleh komunis/PKI melalui Gerakan 30 September. Selain itu, untuk dijadikan kewaspadaan, salah satunya dengan memutarkan Fim Gerakan 30 September (G 30-S/PKI). Intinya, jangan terulang kembali peristiwa kelam tersebut, kata Dandim.
Pemutaran film berlangsung dari pukul 21.00 WIB hingga pukul 23.30 WIB. Ratusan pasang mata malam itu fokus pada film pemberontakan yang mengorbankan tujuh jenderal. Tidak sedikit prajurit TNI terharu dan menitikan air mata, karena melihat gambaran penyiksaan terhadap sang Jenderal. (SUSANTO/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
17152
Lampung Selatan
5714
151
06-Apr-2025
247
06-Apr-2025
188
06-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia