LAMPUNG UTARA (Lampungpro.com): Aminah (61), janda yang tinggal di RT 05, LK 03, Kelurahan Kotaalam, Lampung Utara mengharapkan bantuan dermawan dan pemerintah setempat karena himpitan ekonomi. Aminah tinggal bersama seorang anaknya tinggal di gubuk reot yang tak layak huni.
Kepada awak media, Aminah yang berprofesi sebagai tukang urut itu mengatakan selama ini, untuk menyambung hidup, dia menjadi tukang urut, terutama sejak suaminya meninggal dunia sepuluh tahun lalu." Saya tinggal di sini cukup lama dari tahun 80-an. Saya hidup bersama dua anak saya, tetapi yang satunya jarang pulang. Kondisi rumah ya beginikah reot. Mau bagusin nggak ada uang. Syukur-syukur bisa untuk makan sehari," kata Aminah di kediamannya, Selasa (9/5/2017).
Dia setiap hari hanya menunggu panggilan jika ada orang yang ingin urut atau pijat. Terkadang dalam beberapa hari tidak ada orang yang menggunakan jasanya. Sebagai tulang punggung keluarga, Aminah memang tidak bisa mengandalkan Mulyadi (33), yang bekerja sebagai tukang sokli. "Anak saya bekerja sebagai tukang sampah dengan imbalan Rp10 ribu rupiah per bulan dari setiap rumah tangga yang memakai jasanya. Terkadang pula anak saya (Mulyadi) terjatuh di jalan saat menarik gerobak sampah karena ia mengidap penyakit epilepsi," kata Aminah, diamini Mulyadi dengan mata berkaca-kaca.
Namun demikian, kata Aminah dia juga mendapat jatah beras miskin (raskin) yang saat ini berubah istilah menjadi beras sejahtera (rastra) dengan menebus Rp55 ribu per empat bulan. Sedangkan untuk bantuan langsung tunai (BLT) dirinya baru merasakan sekali, itupun ketika suaminya masih hidup. "Saya belum pernah didata untuk bantuan bedah rumah, atau mungkin ketika pengurus kelurahan datang saya lagi tidak ada di rumah. Tetapi saya sangat menginginkan bantuan dari pemerintah," kata dia.
Kondisi gubuk Aminah yang terletak di pinggir kali itu kondisinya memang memprihatinkan, terlebih lagi kamar tempat mereka tidur yang menyatu dengan sumur. Ketika hujan secara otomatis air memenuhi rumah mereka. Hal serupa tampak di tempat tidur anaknya Mulyadi yang bersebelahan dengan sumur. Kalau ada bantuan dermawan atau pemerintah, kami sangat mengharapkan, kata perempuan tua itu. (ASKA/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16117
EKBIS
8721
Bandar Lampung
6083
138
04-Apr-2025
339
03-Apr-2025
381
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia