OSAKA (Lampro): Melihat orang Indonesia bermain alat musik tradisional seperti Arumba dengan komposisi, angklung, bass bambu ataupun gambang sudah merupakan hal biasa. Namun, apa jadinya kalau yang bermain angklung Arumba yang khas Indonesia adalah orang asing? Orang asli Osaka, Jepang?
Nah, pemandangan seperti itu bisa disaksikan di One World Festival di Osaka, Jepang. Di hadapan ribuan orang yang memadati Kansai TV Ogimachi Square, tujuh wanita berkebaya mampu mempertunjukkan aksi keren. Dari Bengawan Solo, Rayuan Pulau Kelapa, Indonesia Pusaka, Jinggle Disneyland, hingga lagu-lagu Jepang, dibawakan dengan sangat baik.
Yang mencengangkan, para pemainnya. Mereka bukan orang Indonesia. Yang tampil, justru orang Osaka tulen. Semuanya Jepang tulen! Nama grupnya Pasir Bintang. Mereka sering kami libatkan dalam tiap event yang berbau Indonesia, kata Konjen Konjen RI Osaka Wisnu Edi Pratignyo, Sabtu (4/2/2017).
Menggandeng orang Jepang bermain angklung Arumba khas Indonesia di Osaka? Di markasnya Kansai TV yang notabene merupakan salah satu televisi besar di Jepang? Bujetnya pasti mahal. Anggaran yang disiapkan pasti tidak sedikit. Apalagi, semua alat musik bambunya dibawa dari Indonesia. Justru biayanya sangat irit. Semua alat
musiknya mereka sendiri yang bawa dari Indonesia. KJRI hanya memberikan transport dari rumah masing-masing di Osaka ke Kansai TV Ogimachi Square. Kostum juga mereka sendiri yang menyiapkan. Untuk Indonesia, mereka memang nggak perhitungan. Ini yang bikin saya salut, kata Konjen Wisnu.
Perkenalan grup Pasir Bintang dengan angklung Arumba ini ternyata sudah dimulai sejak 1996. Saat itu, founder angklung Arumba, Fujino Takami, yang belajar langsung ke Budi Rahma, seorang seniman angklung di Indonesia. Belajarnya pun di Indonesia. Siapa sangka, perkenalannya dengan angklung berlanjut hingga kini. Tak sekadar memainkan, Fujino Takami juga berusaha menjaga kelestarian alat musik multitonal khas Indonesia dari Negeri Sakura.
Sejak mendengar pertama kali alunan angklung di Indonesia saya langsung jatuh cinta. Angklung adalah alat musik ini yang menyatukan banyak orang. Suaranya juga sangat indah dan merepresentasikan Indonesia, kata founder Pasir Bintang, Fujino Takami.
Berlebihan? Rasanya tidak. Bukti nyatanya sudah pernah diukir pada 9 Juli 2011. Saat itu, Indonesia berhasil menggalang pembuatan rekor dunia Guinness World Records permainan angklung dengan peserta multibangsa terbanyak. Ada lebih dari 5.000 orang ikut memainkan lagu We Are the World di taman National Mall-Washington Monument, Amerika Serikat.
Pada peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015, rekor dunia tadi kembali dipecahkan di Bandung. Di hadapan sejumlah pemimpin dunia, rekor dunia angklung dimainkan 20.000 orang di Stadion Siliwangi, Bandung). Pada acara Angklung for the World tersebut dibawakan berbagai genre lagu dari mulai lagu kebangsaan hingga lagu Barat. Angklung itu alat musik tradisional yang sangat fleksibel karena dapat mengikuti perkembangan musik dunia. Dari lagu Indonesia, barat, sampai Jepang bisa dimainkan dengan angklung, tambah ibu dua anak itu. (*/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16730
EKBIS
9436
Lampung Selatan
5266
Bandar Lampung
5057
Bandar Lampung
4920
236
05-Apr-2025
237
05-Apr-2025
220
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia