Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Anaknya Diduga Korban Penganiayaan di Diksar UKM Unila, Orangtua: Kami Ingin Bertemu Pelaku
Lampungpro.co, 01-Oct-2019

Erzal Syahreza 635

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pihak keluarga Frans Salsa Romando yang diduga mengalami penganiayaan saat mengikuti kegiatan pendidikan dasar (Diksar) UKM Cakrawala Universitas Lampung beberapa waktu lalu, meminta kepada para pelaku untuk segera menemui mereka dan memberikan penjelasan terkait apa yang terjadi.

"Sebenarnya saya ingin mereka itu datang menemui kami pihak keluarga sebagai orang tuanya. Kenapa alasan mereka memperlakukan anak kami seperti itu. Ingin lihat muka mereka seperti apa. Mereka kuliah tapi kenapa tidak berperikemanusiaan seperti ini," kata ibunda Frans yang diketahui bernama Jumiati kepada Lampungpro.co, Selasa (1/10/2019).

Secara pribadi, Jumiati bisa memaafkan mereka ketika menemui secara baik-baik. Namun meskipun demikian, proses hukum yang dijalankan akan tetap berlanjut. "Memaafkan tapi hukum tetap berlanjut. Kalau tidak seperti itu, maka kedepan akan muncul kejadian seperti Frans-Frans lainnya," ungkap Jumiati.

Saat ditanya terkait respon pihak kampus Universitas Lampung, Jumiati menyebutkan pihak kampus akan menanggung biaya keseluruhan selama dirawat di rumah sakit dan akan bertanggung jawab terhadap kesehatan anaknya.

"Tadi katanya pihak kampus akan bertanggung jawab. Tapi saya masih khawatir dengan anak saya ini kedepannya karena trauma sehingga nanti dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya karena takut," jawab dia.

Sebelumnya diberitakan beberapa mahasiswa diduga menjaid korban penganiayaan oleh para seniornya saat melaksanakan pendidikan dasar (Diksar) UKM Cakrawala Unila di Pesawaran. Bahkan ada satu mahasiswa yang meninggal dunia dari acara Diksar ini. (FEBRI/PRO3)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Mereka Turun ke Jalan

Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...

572


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved