Sedangkan mengenai hasil evaluasi pencegahan kebakaran hutan pada 2016, Wiranto mengaku bahwa ada penurunan titik panas (hot spot).
Menurut dia, berdasarkan pemantauan satelit NOAA, jumlah hot spot turun sebesar 82,14 persen. Sedangkan berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua jumlah hot spot turun 94,58 persen cukup besar.
Luas area kebakaran gambut dan bukan gambut 83,21 persen. Kebakaran hutan 2016 juga tidak berdampak pada kondisi sosial ekonomi dan politik secara nasional maupun regional tidak seperti pada 2015," ungkap Wiranto.
Menurut Wiranto, jumlah hari status tanggap darurat pada 2016 adalah nol hari, turun jauh dibanding 150 hari pada 2015. Apalagi ada peningkatan partisipasi dan kesadaran para pemangku kepentingan untuk tidak melakukan pembakaran dalam melakukan pengolahan lahan.
Kondisi itu antara lain tercapai karena didukung iklim La Nina yang memperpajang musim hujan di beberapa kawasan pada 2016.
Wiranto juga mencatat sejumlah kendala dalam pencegahan kebakaran hutan pada 2016. Selain belum adanya anggaran khusus yang secara tegas dapat digunakan untuk pencegahan dan pengadaan sarana prasarana yang memadai.
"Masyarakat juga belum bisa menggunakan teknologi lahan tanpa bakar karena membutuhkan biaya tinggi. Selanjutnya di beberapa daerah dengan kurangnya penjelasan kepada masyarakat, petugas masih mengalami penolakan dari masyarakat yang lebih mengutamakan kepentingan mereka," tambah Wiranto.
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
14325
Lampung Timur
417
Lampung Timur
1267
9346
28-Mar-2026
200
21-Mar-2026
199
21-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia