Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Bantu Kendalikan Inflasi, Wali Kota Metro Bersama GNPIP dan Bank Indonesia Panen Bawang Merah di Ganjar Asri
Lampungpro.co, 26-Aug-2023

Febri 1543

Share

Panen Bawang Merah di Metro | Lampungpro.co/Dok Kominfo

METRO (Lampungpro.co): Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin bersama Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Bank Indonesia, melakukan panen bawang merah di Demplot Kelompok Tani Ngudi Asri Makmur, Ganjar Asri, Metro Barat, Kamis (24/8/2023).

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin mengatakan, panen tersebut diharapkan mampu mewujudkan Metro yang berpendidikan, sehat, sejahtera, dan berbudaya. Tentang inflasi, menurut Wahdi pengendalian di Metro juga sudah berjalan sangat baik.

Tercatat pada Juli 2023, inflasi bulanan 0,24 persen, akumulasi dari Januari - Juli 2023 ini, tercatat inflasi 1,51 persen dan inflasi year to year 2.05 persen. Hal ini menunjukan inflasi Metro masih dalam situasi aman dan terkendali, kata Wahdi Siradjuddin.

Menurut Wahdi, Metro yang memiliki potensi sebagai lumbung bawang merah sangat sesuai dengan empat pilar yang dijunjung untuk pengendalian inflasi, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.


Keempat pilar itu dilakukan dengan enam langkah seperti operasi pasar murah, sidak pasar, kerjasama antar daerah, gerakan menanam, realisasi belanja tak terduga, dan dukungan transportasi dari APBD, ujar Wahdi.

GNIP juga dinilai menjadi gerakan untuk bersinergi, berkoordinasi, dan juga berkolaborasi antar instansi maupun lembaga untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia, Budiono mengungkapkan, pemberian bibit bawang merah menjadi salah satu cara untuk membantu dan mengajak masyarakat, dalam keikutsertaan mereka pada penggerakan kegiatan pengendalian inflasi pangan.

"Bantuan berupa bibit bawang merah dari Bank Indonesia ke petani dengan skema getok tular. Jadi kami latih petani adalah kalau bibit 1 ton, itu satu hektar yang nanti disebar (ke kelompok tani lain). Setelah orang (kelompok) pertama menerima, nanti ditularkan, lalu dapat manfaat pertama dibagikan ke kelompok lain, untuk digulirkan, ungkap Budiono.

Disisi lain, Ketua Kelompok Tani Bawang Ngudi Asri Makmur, Wanto menjelaskan, proses penanaman bawang dari bibit yang sebelumnya diberikan oleh Bank Indonesia sangatlah baik. Untuk proses penanaman bawang merah membutuhkan waktu kurang lebih 65 hari, kemudian masa panen dari nol tiga bulan, karena setelah panen perlu proses penjemuran, kemudian perobolan bawang merah.

"Sementara untuk pemasarnya bawang merah di Metro sangat mudah, karena peminat pasar sangat tinggi. Ini saja sampai kekurangan karena minat pasar sangat tinggi, kedepannya kami berharap petani bawang di Metro bisa menyuplai itu, jelas Wanto.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dan Bank Indonesia, Wanto berharap potensi pertanian bawang merah di Metro dapat semakin berkembang dan berkontribusi secara signifikan terhadap ketahanan pangan lokal maupun nasional. (***/ADV)

Editor : Febri Arianto

Reporter : Suprayogi


>

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16362


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved