BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengajak lulusan lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah kejuruan (SMK) mendaftarkan diri ikut program magang kerja ke Jepang. Gubernur berharap lulusan SMA/SMP dapat memanfaatkan waktu pendaftaran hingga akhir November 2017.
Menurut Gubernur Ridho, tak ada pembatasan jumlah bagi yang ingin ke Jepang. "Saya berharap lulusan SMA/SMK dapat memanfaatkan kesempatan langka ini, karena program ini sempat dihentikan selama lima tahun. Alhamdulillah, berkat upaya kita, Pemerintah Jepang kembali membuka magang bagi siswa asal Lampung," kata Gubernur Ridho, Senin (30/10/2017).
Pembukaan program ini, kata Gubernur, merupakan upaya Pemerintah Provinsi Lampung menyalurkan lulusan SMA/SMK yang kini menjadi tanggungjawab provinsi. Gubernur berharap program ini mampu mengurangi angka pengangguran sekaligus transfer ilmu dan pengetahuan dari negara maju seperti Jepang.
Sejak dibuka, tercatat 300 peserta mendaftar. Mereka akan diseleksi pada 4-8 Desember 2017. Seluruh proses seleksi dan pemberangkatan menjadi tanggungjawab provinsi dan pusat yakni Kementerian Tenaga Kerja. Bagi yang lulus akan dikirim bekerja di berbagai perusahaan menengah di Negeri Sakura selama tiga tahun.
Peserta lulusan SMA/SMK dengan maksimal usia 26 tahun, pria, dan belum menikah. Peserta harus warga Lampung dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) Lampung yang masih berlaku, sehat fisik, dan mental. Pada bulan pertama bekerja, peserta bakal menerima insentif 80 ribu yen. Kemudian, pada bulan kedua hingga ke-24 mendapat insentif 90 ribu yen dan pada bulan ke-25 hingga ke-36 mendapat 100 ribu yen.
Kerja sama program magang ini, kata Gubernur, diteken pada 15 Maret 2017 antara Pemprov Lampung, Ikatan Pengusaha Kenshuusei Indonesia (Ikapeksi) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Lampung. "Ini program resmi antara Pemprov Lampung dan Pengusaha Jepang. Kita akan monitor terus kondisi para peserta magang di Jepang, agar bekerja sesuai kontrak," kata Gubenur.
Pada bagian lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sumiarti, mengatakan setelah magang tiga tahun, setiap peserta mendapat sertifikat dari Japan International Corporation (JITCO) dan dana kewirausahaan sebesar 600 ribu yen. Pemerintah Provinsi Lampung bertanggungjawab hingga mengantar peserta karantina di Bekasi, Jawa Barat.
Sedangkan pengiriman ke Jepang dan selama proses magang menjadi tanggungan pusat. "Peserta magang juga diutamakan bekerja di berbagai perusahaan Jepang di Indonesia," kata Sumiarti.
Selain magang luar negeri, upaya mengurangi angka pengangguran juga dilakukan Pemprov Lampung dengan magang dalam negeri. Gubernur Lampung melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Heri Suliyanto, Senin (30/10/2017), menutup program magang yang diikuti 200 tenaga kerja ke berbagai perusahaan di Lampung.
Dari total peserta itu, 63% diterima bekerja di tempat magang. Sisanya, kata Sumiarti, bekerja mandiri dan wirausaha. "Dari tahun ke tahun jumlah yang diterima di perusahaan meningkat. Artinya, kualitas magang makin meningkat," kata Sumiarti. (PRO1)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
26723
Tulang Bawang
3530
Bandar Lampung
3485
Lampung Raya
3482
Bandar Lampung
3454
166
26-Apr-2025
517
25-Apr-2025
1591
25-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia